Ep #6 Satu Kesalahan Fatal Meyakinkan Orang Lain

By David Pranata | Tips Komunikasi

Sep 10

Ketika hendak meyakinkan orang lain, banyak orang melakukan satu kesalahan fatal berikut ini. Padahal ketika melakukan kesalahan ini, sering kali kita gagal mendapatkan apa yang kita inginkan.

Simak episode berikut untuk mengetahui kesalahan tersebut (dan cara mengatasinya)?

Shownotes Episode #6

Satu kesalahan fatal tersebut adalah terlalu mudah menyerah. Mereka ditolak satu kali dan langsung menyerah tanpa pernah mencoba lagi. Hasilnya.. mereka akhirnya tidak berhasil mendapat apa yang mereka inginkan.

Satu kesalahan fatal ketika meyakinkan orang lain adalah terlalu mudah menyerah

Nah, oleh karena itu dalam episode kali ini saya akan berbagi satu tips untuk mengatasi hal tersebut. Tips kali ini saya bawakan dalam sebuah cerita singkat pengalaman pribadi saya.

Ceritanya adalah ketika saya ingin meminta late check out (sekitar jam 3 sore) di hotel tempat saya menginap. Ketika saya mengutarakan maksud saya kepada resepsionis, kira – kira bagaimana responnya?

Haha.. sudah tentu dia menolak permintaan saya. Dia berkata bahwa berdasar kebijakan dari hotel, waktu check out adalah jam 12 siang.

Jikalau Anda menjadi saya, bagaimana kira – kira cara Anda menanggapi penolakan ini?

Disimak tips sekaligus akhir cerita pengalaman saya dengan menonton video di atas ya!

Saat Anda merasa konten ini bermanfaat silahkan like dan share ke teman dan keluarga yang Anda rasa akan mendapat manfaat dari video / konten ini.

Untuk mendapat tips – tips seputar presentasi dan komunikasi secara rutin baik di youtube ataupun di email Anda, silahkan subscribe di blog (plus ada bonus e-course 21 Hari Menjadi Pribadi Menarik & Disukai Orang untuk Anda). Untuk subscribe tinggal isikan saja nama dan alamat email pada kolom di bawah ini.

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.