3

3 Cara Terpilih dan Teruji Kalimat Pembuka Presentasi yang Akan Membuat Audiens Tertarik pada Anda

Ada sekian banyak variasi teknik kalimat pembuka presentasi, bahkan ada satu sumber yang menyebutkan sampai 10 cara untuk melakukannya. Apakah saya juga menggunakan sekian banyak teknik?

kalimat pembuka presentasi

Jawabannya adalah tidak.

Saya hanya menggunakan 3 macam cara saja. Tiga teknik kalimat pembuka presentasi inilah yang berdasar pengalaman pribadi saya paling efektif untuk mendapatkan perhatian audiens, mencairkan suasana dan membuat anda cepat connect dengan audiens.

Tiga Cara Terpilih dan Teruji untuk Kalimat Pembuka Presentasi

1. Membuka dengan Pertanyaan

Mengapa membuka dengan pertanyaan efektif?

Karena reaksi normal kita ketika mendapat pertanyaan adalah berpikir untuk menemukan jawabannya. Plus bagi beberapa audiens hal ini langsung menimbulkan ketegangan karena mereka takut untuk ditunjuk menjawab 🙂

Saran saya adalah gunakan pertanyaan yang sifatnya retoris (tidak membutuhkan jawaban verbal) dari audiens. Jadi pertanyaan ini tujuannya hanya untuk menarik perhatian atau membuat audiens berpikir saja.

Mengapa demikian?

Karena tentunya anda tidak ingin kalimat pembuka presentasi Anda berakhir menjadi sesi tanya jawab atau tiba-tiba ada seorang audiens yang menjawab secara panjang lebar dan membuat Anda kesulitan untuk menghentikannya.

Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan untuk kalimat pembuka presentasi:

  • “Menurut Anda, apakah hal utama yang menghalangi anda untuk mencapai hal – hal yang anda inginkan dalam hidup?”
  • “Jikalau Anda menjadi customer dari bisnis anda sendiri, kesan pertama apakah yang kira-kira Anda dapatkan ketika memasuki kantor anda?”
  • “Pernahkah Anda berkunjung ke Bali? Tahukah Anda bahwa di balik keindahannya, ada suatu hal ironis yang benar-benar menuntut perhatian kita saat ini juga?”

Plus jangan lewatkan juga teknik membuka spesial yang berjudul “100% question” yang pernah saya pelajari dari Robert Riopel, anda bisa menyimak caranya di artikel saya yang ini.

2. Membuka dengan Cerita

Cerita adalah senjata ampuh baik untuk membuka, menutup ataupun sebagai isi presentasi. Jikalau Anda bertanya apa senjata utama saya dalam presentasi maka tanpa ragu saya akan menjawab “storytelling”.

Kriteria cerita seperti apakah yang bisa anda gunakan untuk kalimat pembuka presentasi? Ini dia kriterianya:

  • Pastikan cerita anda singkat, karena bagian pembukaan hanya berdurasi sekitar 10 – 15% dari total presentasi anda
  • Pastikan cerita anda berhubungan dengan isi presentasi anda
  • Saya sangat menyarankan bahwa cerita ini berasal dari pengalaman pribadi anda

Berikut adalah contoh cerita yang saya gunakan untuk membuka training presentasi saya:

Delapan tahun lalu ada seorang anggota baru yang bergabung di klub Toastmasters saya. Orangnya tinggi, agak kurus dan sering bingung ketika harus berhadapan dengan orang lain.

Waktu pertama kali dia mengikuti sesi Table Topic, sebuah sesi di mana kita harus berbicara tanpa persiapan selama 1 – 2 menit, dia mendapat pertanyaan “Apa yang akan kamu katakan jika bertemu Christiano Ronaldo, pemain sepakbola terkenal itu?”

Jawaban dia waktu itu adalah “Saya akan gembira.”

Selesai. Dan diapun didiskualifikasi karena jawabannya masih kurang dari 1 menit.

Di sesi prepared speech, presentasi berdurasi 5 – 7 menit yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dia mendadak blank di tengah. Karena tidak ingat dan tidak bisa meneruskan akhirnya diapun memohon kepada MC untuk diperbolehkan duduk kembali. Diiringi dengan tatapan seluruh audiens diapun kembali ke kursi.

“Jika Anda yang menjadi dia, apa perasaan Anda?”

Pasti malunya bukan main bukan? bisa-bisa itu saat terakhir anda menampakkan muka di tempat itu.

Tapi dia terus berusaha mencoba dan belajar, akhirnya menemukan passion nya di bidang public speaking dan bahkan sekarang dia adalah seorang trainer dan pembicara. Public speaking yang dulu merupakan hal yang ditakutinya sekarang malahan menjadi profesi utamanya.

Bahkan hari ini dia sedang berdiri di depan anda.

Betul sekali itu adalah cerita perjalanan saya mempelajari ilmu public speaking. Hal ini semata-mata untuk menunjukkan bahwa public speaking bisa dipelajari, saya yang dulunya sering blank dan lupa-lupa akhirnya bisa. Dengan mempelajari teknik dan cara yang tepat andapun pasti bisa menguasainya.

Dan tips, trik dan teknik itulah yang akan anda pelajari hari ini… Mari kita mulai!

3. Membuka dengan Callback

Ini dia cara membuka favorit saya, dalam tiap kesempatan presentasi saya selalu mencoba membuka dengan teknik ini. Teknik callback adalah cara membuka dengan berkomentar terhadap hal-hal yang terjadi sebelum presentasi. Bagi anda yang masih terbengong-bengong seperti apa jelasnya teknik ini, silahkan simak penjelasan berikut contohnya di artikel berikut.

Mengapa callback ini sangat efektif?

Karena dengan callback anda akan cepat sekali connect dengan audiens. Mereka akan merasa spesial karena pembukaan anda unik dan tidak mungkin dilakukan di presentasi lainnya.

Jika ingin lebih memperkuat dampak pembukaan presentasi anda, maka anda juga bisa menyimak 2 artikel terdahulu saya tentang bagaimana mempersiapkan setting pembukaan anda. Silahkan mempelajari cara mendapat perhatian sebelum anda memulai presentasi dan apa yang harus anda lakukan 2 menit sebelum presentasi anda dimulai.

Nah.. itu dia tadi 3 cara membuka yang sudah terpilih dan teruji berdasar dari pengalaman saya sendiri. Ketika anda mendapati saya menyampaikan presentasi secara live di depan anda, silahkan mencermati bahwa saya pasti akan menggunakan satu diantara ketiga teknik tersebut. Selamat mempraktekkan!

Audio-tips

Jika anda merasa mendapat manfaat dari tips-tips presentasi yang ada dan ingin berpresentasi 3x lebih baik dari sekarang, maka anda bisa mencek progam “Bundle Audio Tips for Effective Presentation”.

Silahkan mencermati detil progamnya di link berikut.

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Syifaun Niam

    Saya jadi ketawa baca paragraf terakhirnya 😀