3

4 Kesalahan yang Sering Terjadi Terkait Cara Meyakinkan Orang Lain

Saya yakin Anda pernah mencoba mempersuasi atau meyakinkan orang lain, entah itu membeli produk, mengikuti saran atau meminta mereka untuk melakukan sesuatu. Apakah Anda juga membuat 4 kesalahan cara meyakinkan orang lain yang sering terjadi berikut?

kesalahan cara meyakinkan orang lain

Apakah Anda juga membuat kesalahan berikut ketika meyakinkan orang lain?

Menjual suatu produk atau cara meyakinkan orang lain termasuk dalam satu cabang ilmu komunikasi yaitu persuasion skill. Beberapa contoh nyata dari persuasi dalam kehidupan sehari-hari adalah:

  • Anda berusaha meyakinkan orang lain untuk mengikuti asuransi yang anda tawarkan
  • Anda berusaha membujuk pria/wanita idaman anda untuk mau pergi menonton film akhir pekan ini
  • Anda berkampanye meyakinkan masyarakat supaya mau mencoblos anda di pemilu berikutnya

Hanya saja dalam melakukan persuasi, banyak orang masih melakukan kesalahan. Hingga akhirnya bukannya orang lain mau mengikuti ajakan mereka, malahan orang yang dipersuasi menjadi antipati. Bahkan tidak jarang hal ini bisa berakhir menjadi konflik dan anda malahan dijauhi oleh orang lain.

Nah.. pada kesempatan kali ini akan saya bahas empat kesalahan yang sering terjadi terkait caraย meyakinkan orang lain. Ini dia 4 kesalahan tersebut:

1) Terlalu memaksa / hard sell

Yang sering terjadi adalah karena benar-benar ingin meyakinkan atau menjual, orang menggunakan segala daya upaya untuk membuat lawan bicara berkata “Ya”. Inilah yang sering membuat orang yang dipersuasi merasa terganggu bahkan marah.

Contohnya ada teman saya yang bekerja di sebuah perusahaan yang salesnya diberi instruksi “Pokoknya jangan tutup telepon sampai customer berkata YA!”

Nah… bagaimana perasaan anda ketika anda yang ditelepon? Siapa sih yang suka dipaksa untuk melakukan sesuatu?

Padahal ada suatu kenyataan menarik yang tergambar di quote berikut:

People don’t like to be sold, but they like to buyย – Jeffrey Gittomer –

Artinya kurang lebih adalah: orang tidak suka dijualin sesuatu, akan tetapi mereka suka untuk membeli. Buktinya banyak kan yang punya hobi shopping? ๐Ÿ™‚

Oleh karena itu dalam meyakinkan orang lain, anda juga harus menjaga keseimbangan. Anda bisa membujuk, akan tetapi janganlah sampai menekan, memaksa atau bahkan menyudutkan pihak lain. Tidak ada seorangpun yang suka dipaksa untuk melakukan sesuatu.

2) Terlalu berfokus pada diri sendiri

Dalam membujuk orang lain, janganlah hanya berfokus pada keinginan dan manfaat yang bakal anda dapatkan. Bahkan jikalau anda melakukan hal ini secara berlebihan maka anda akan terkesan memelas, berikut contohnya:

  • Tolong beli produk saya, bulan ini saya masih jauh dari target sales saya
  • Pergi nonton yuk! Saya lagi kesepian, nggak ada teman dan nggak ada kerjaan
  • Nanti waktu pemilihan coblos saya ya, saya betul-betul kepingin jadi pengurus

Apa kesamaan dari contoh-contoh di atas? Semua alasannya berfokus pada diri sendiri. Okay… sesekali ketika anda benar-benar ingin minta tolong, anda bisa melakukan hal ini. Akan tetapi untuk mempersuasi ini bukanlah cara yang tepat.

Mengapa?

Karena sering kali orang tidak peduli dengan apa yang anda alami, mereka hanya peduli tentang apa yang mereka dapatkan. Jadi ketika meyakinkan orang lain, buat fokusnya kepada orang yang hendak anda yakinkan. Sampaikan apa untungnya mengikuti ajakan anda (atau bisa juga apa ruginya jika sampai melewatkan ajakan anda).

Contohnya:

  • Bapak bisa berinvestasi di produk ini karena bisa membuat tagihan listrik di rumah bapak berkurang 20%
  • Pergi nonton yuk! Kata si Anton filmnya cocok banget buat kamu. Hari ini hari terakhir lagi, kamu nggak ingin kelewatan kan?
  • Waktu pemilihan pengurus pilih saya ya… saya akan perjuangkan kenaikan gaji kalian (Horreee ๐Ÿ™‚ )

3) Terlalu membanggakan diri

Salah satu cara untuk bisa meyakinkan orang lain adalah dengan membuat diri anda kredibel. Akan tetapi jika melakukannya sampai berlebihan, bukannya membuat orang lain percaya malahan bisa membuat orang lain menjadi tidak peduli.

Contohnya adalah orang yang maju ke depan dan berpresentasi “Kami adalah perusahaan terbesar di bidang kami.. punya sekian kantor cabang di… berdiri sejak…. kami menduduki peringkat satu 7 tahun berturut-turut….”

Ketika sebagai audiens anda terus menerus mendengar tentang kesuksesan dan prestasi yang disampaikan, maka anda bisa saja menjadi tidak peduli lagi dan berkata “Orang ini terlalu tinggi hati dan penuh dengan dirinya sendiri”.

Membangun kredibilitas dalam meyakinkan orang lain pun ada caranya, tidak bisa dengan hanya sekedar membanggakan diri secara berlebihan.

4) Tidak berhenti bicara

Sering kali seorang sales memberikan 1001 macam alasan mengapa anda harus membeli produknya atau mereka menjelaskan satu persatu isi katalog produk dengan harapan ada satu produk yang akhirnya anda bakal tertarik.

Akan tetapi apakah cara ini efektif?

Dalam banyak kasus, jawabannya adalah tidak. Bukan berarti ketika berhasil menumpahkan seluruh data dan fakta akhirnya orang akan percaya pada kita.

Justru di jaman sekarang ini, seorang yang jago membujuk orang lain biasanya adalah seorang pendengar yang baik. Mereka mampu mendengar, berempati dan menemukan keinginan dan kebutuhan orang lain. Dari titik itulah (keinginan dan kebutuhan) biasanya dia berhasil meyakinkan orang lain.

Pertanyaan: “Apakah anda pernah menjumpai 4 kesalahan yang ada di atas? atau mungkin anda mengetahui kesalahan lain yang juga sering terjadi? Sharingkan jawaban anda pada kolom komentar yang ada di bawah

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • abdillah

    wah luar biasa sekali pak, ini pertama kalinya sya comment d web bpaak, krn sangat membantu sya. terima kasih pak

    • Halo Abdillah.. selamat untuk komen perdananya!
      Semoga nanti ke depan tambah sering komennya ๐Ÿ™‚

  • Deni Sofyan

    Dahsyat Sekali pak david ๐Ÿ™‚

  • Joko Budiono

    Artikelnya sangat mencerahkan, dulu saya sudah pernah baca artikel seperti ini di blog lain, tapi Pak David Pranata mengulasnya lebih detail & menarik, sehingga saya bisa memahami penggunakan “fear & loss” menjadi lebih baik. Terima kasih Pak David, saya tunggu artikel anda selanjutnya ๐Ÿ™‚

    • Thank you Pak Joko, tinggal diterapkan saja Pak “fear of loss” nya.
      Siap artikelnya tiap selasa dan jumat pasti nongol kok Pak ๐Ÿ™‚

      • Joko Budiono

        Siap Pak David, Setiap selasa & Jum’at akan saya tunggu artikel-artikel Anda yang luar biasa ๐Ÿ™‚

  • Mustofa Thovids

    terima kasih pak david, langsung praktik fear of loss dalam meyakinkan orang..

    • Sama-sama Pak Mustofa, sukses untuk peluncuran buku “Slide Design Mastery” nya ya

  • ade saputra

    ijin copy mas ilmunya

  • almazani oktareza

    Nice artikel. Profesi saya sangat didukung oleh kreatifitas dalam tindakan persuasi. Saya pernah baca, kita juga harus berpikir win-win solution, menyakinkan orang lain tapi bukan memaksakan kehendak. Thanks Pak David