Empat Mitos Keliru tentang Rasa Nervous Presentasi (Mana yang Masih Anda Miliki?)

By David Pranata | Tips Presentasi

Apr 20

Membahas tentang rasa nervous presentasi memang tidak ada habis-habisnya. Ini juga yang menjadi pertanyaan yang paling populer dan sering sekali ditanyakan oleh kebanyakan orang.

grogi-presentasi

Ada beberapa mitos-mitos (keyakinan) keliru tentang rasa nervous berpresentasi. Jikalau anda masih memilikinya, bisa jadi anda mensikapi rasa nervous ini dengan cara yang keliru pula.

Berikut adalah empat mitos keliru yang sering dimiliki oleh kebanyakan orang ketika menghadapi rasa nervous berpresentasi. Sambil membacanya anda bisa bertanya pada diri sendiri, manakah yang masih saya miliki?

(1) Hanya anda sendiri yang mengalaminya

Banyak orang ketika maju berpresentasi, merasa nervous dan berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan diri mereka. Mereka datang ke saya dengan wajah prihatin dan berkata “Mengapa ya Pak setiap kali saya berpresentasi sering deg-degan, gemetar dan bahkan tiba-tiba blank di tengah-tengah?”

Jawaban saya biasanya… “Selamat (sambil menyalami mereka), karena itu berarti anda normal!” 🙂

Rasa nervous berpresentasi dialami oleh semua orang, tidak hanya anda sendiri, bahkan pembicara professional sekalipun mengalaminya. Saya pernah menjadi MC untuk Robin Sieger, seorang pembicara internasional yang sering memberikan pelatihan di perusahaan Fortune 500 (Microsoft, IBM, Coca Cola, Nokia, McD dll). Ini dia fotonya di bawah (ikut nampang keren dikit boleh kan 🙂 )

david-robin

Sebelum dia maju ke panggung, sebagai MC saya mendapat kesempatan untuk berbincang dan berdiskusi dengan dia. Di saat itu, Robin mengatakan bahwa dia sedang nervous bukan main, perut terasa mual sampai tidak bisa makan siang.

Nah.. jika pembicara yang sudah sering berpresentasi sekelas Robin Sieger saja nervous, tentunya normal juga kan kalau kita merasa nervous?

Jadi setelah ini anda tidak perlu ke dokter dan berkata “Dokter.. dokter, mengapa ya setiap harus berpresentasi jantung saya berdebar-debar, keluar keringat dingin dan perut mual?”.

Si Dokter paling hanya menatap anda dan berkata “Sama… saya juga merasa seperti itu”. Buktinya saya pernah meng-coach seorang dokter gigi untuk persiapan seminarnya dan dia mengaku kalau nervous bukan main (jauh lebih nervous dibanding ketika harus membor gigi anda).

(2) Presentasi ada di urutan pertama hal yang paling ditakuti manusia

Book of List yang diterbitkan tahun 1977 mengatakan bahwa public speaking adalah aktivitas no 1 yang paling ditakuti oleh manusia. Hal ini bahkan melebihi ketakutan akan jatuh miskin (urutan ke 4) atau kematian (urutan ke 7).

Nah.. saya sendiri kurang setuju dengan daftar ini. Bisa jadi cara mengambil datanya keliru atau cara bertanya-nya yang kurang spesifik.

Bayangkan jika daftar ini benar apa adanya, pasti angka bunuh diri di kantor dan sekolah bakalan tinggi. Begitu Bu Dosen menunjuk “Ayo Tono, coba kamu presentasi ke depan!”, tiba-tiba si Tono langsung lari keluar dan loncat dari gedung bertingkat lantai 7 (katanya kan presentasi lebih mengerikan dibanding kematian).

Memang bagi sebagian besar orang presentasi adalah hal yang menakutkan, akan tetapi tentunya tidak sedramatis itu. Dengan mengetahui cara yang tepat, rasa nervous bisa diminimalkan dan diatasi sehingga tidak sampai menganggu jalannya presentasi anda.

(3) Rasa nervous itu tidak baik dan harus dihilangkan

Biasanya anda merasa nervous ketika harus menghadapi sesuatu yang penting. Berikut adalah beberapa contoh hal yang akan membuat anda nervous (terutama jika ini pertama kali anda melakukannya):

  • Melamar pacar anda
  • Memulai sebuah bisnis baru
  • Menelepon calon pelanggan baru (yang katanya galak sekali)

Hal-hal di atas adalah fase-fase penting yang suatu saat akan anda alami di dalam hidup. Ketika menghadapinya pikiran bawah sadar akan memberikan indikasi dengan berkata “Hoii… ini sesuatu yang penting, jadi inilah saatnya untuk merasa nervous”

Ketika anda merasa nervous, akhirnya apa yang anda lakukan?

Benar sekali.. anda akhirnya melakukan persiapan.

Hal-hal yang saya sebutkan di atas membutuhkan persiapan, demikian juga halnya dengan presentasi. Tanpa persiapan yang baik kemungkinan besar anda akan gagal atau tidak maksimal.

Rasa nervous justru akan mendorong anda untuk lebih bersiap dan berlatih isi presentasi anda. Dua hal tersebut adalah hal anda butuhkan supaya presentasi anda menjadi sukses.

(4) Ada cara instan untuk mengatasinya

Beberapa bulan lalu ada sebuah iklan yang kontroversial di majalah Toastmasters, sedemikian kontroversialnya hingga mengundang pembaca untuk menyampaikan protes. Akhirnya iklan itu tidak lagi ditayangkan di edisi-edisi selanjutnya.

Penasaran iklan tentang apa itu?

Iklan itu menawarkan tentang sebuah tablet yang katanya bisa menghilangkan rasa nervous ketika anda berpresentasi. Nah.. saya sendiri tidak tahu kebenaran klaim iklan tersebut (karena saya juga tidak pernah mencoba tabletnya).

Akan tetapi yang jelas pembaca mulai bereaksi (haha.. mungkin mereka sudah tahu kebenaran dari mitos no 3 di atas) dan berkomentar bahwa itu bukanlah cara yang tepat untuk mengatasi rasa nervous. Dan saya setuju sekali dengan hal ini! Tidak ada cara instan untuk mengatasinya.

Ketika ada orang bertanya kepada saya “Pak David, bagaimana cara supaya saya tidak lagi deg-degan dan sering merasa nervous ketika berpresentasi?”. Mereka berharap bahwa saya punya satu tips dahsyat yang ketika diterapkan tiba-tiba dengan ajaib mereka tidak lagi merasa nervous ketika berpresentasi.

Sayangnya saja.. saya tidak memilikinya.

Memang ada beberapa teknik terapi dalam dunia NLP atau hypnotherapy yang bisa mengatasi dan meringankan rasa nervous. Jikalau anda memiliki fobia atau pernah mengalami pengalaman buruk (yang menjadi trauma), teknik terapi akan sangat membantu.

Akan tetapi, bukan berarti teknik terapi tersebut akan menjadi jawaban dari semua persoalan. Menurut saya untuk benar-benar mampu mengatasi rasa nervous anda butuh persiapan, latihan dan jam terbang (haha.. jawaban yang sama sekali tidak sexy bukan?). Ketika anda sudah melakukan presentasi berulang kali, anda akan semakin mampu mengendalikan rasa nervous.

Itu dia tadi 4 mitos tentang rasa nervous yang dimiliki oleh kebanyakan orang ketika harus berpresentasi. Masihkah anda juga memilikinya? Semoga tidak lagi setelah anda selesai membaca artikel ini.

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.