16

Apakah Anda Juga Membuat Kesalahan Ini Ketika Berpresentasi?

Kebanyakan orang menggunakan kata-kata “Bapak dan Ibu, Hadirin Sekalian atau Saudara-Saudara” untuk menyapa audiens. Tahukah anda bahwa penyebutan seperti itu kurang efektif? Lalu dimana letak kesalahannya?

mistake

Kesalahannya adalah mereka menggunakan kata ganti yang tidak tepat. Kata ganti yang paling sesuai untuk digunakan ketika berpresentasi atau berkomunikasi dengan orang lain adalah “Anda”.

Kata yang paling penting di dalam sebuah presentasi adalah Anda

Sekarang Anda mungkin bertanya-tanya “Mengapa bisa begitu? dan bagaimana cara saya bisa mengubah kata gantinya?” Mari kita bahas bersama-sama

Penggunaan Saya VS Anda

Sering ketika berpresentasi orang terlalu banyak menggunakan kata ganti “Saya”, sehingga presentasi mereka akhirnya terkesan penuh dengan diri mereka sendiri. Hasilnya audiens merasa bahwa presentasi atau cerita yang disampaikan tidak ada relevansi dengan diri mereka sehingga merekapun berhenti mendengarkan.

Sebagai contoh, coba anda bandingkan 2 versi cara penyampaian berikut:

Versi 1

Minggu lalu saya pergi ke Bali untuk berlibur. Waktu di sana, saya pergi mengunjungi beberapa obyek wisata salah satunya adalah Pura Tanah Lot. Saya ke sana dan melihat keindahan pura yang ada di tepi laut.

Saya tak henti-hentinya mengagumi keindahan pemandangan matahari yang sedang terbenam. Setelah itu saya juga menyempatkan diri untuk berbelanja di kios-kios yang ada di sekitar situ.

Sekarang coba anda bandingkan dengan versi yang berikut ini:

Versi 2

Pernahkah anda pergi ke Bali? Minggu lalu kebetulan saya pergi ke sana, jikalau anda ke sana saya sarankan anda bisa mengunjungi Pura Tanah Lot. Di sana anda nanti bisa melihat pura yang ada di tepi laut.

Apalagi jika anda ke sana waktu matahari terbenam, pemandangannya sungguh indah. Dari situ anda juga bisa berbelanja di kios-kios yang ada di sekitarnya.

Kedua versi menyampaikan isi yang kurang lebih sama esensinya, tapi manakah yang lebih menarik untuk Anda? Saya cukup yakin bahwa Anda akan menjawab versi kedualah yang lebih menarik.

Versi pertama lebih banyak berpusat pada pembicara (“Saya”), sedang pada versi kedua lebih banyak berpusat ke audiens (“Anda”). Pada versi kedua audiens lebih diajak untuk ikut membayangkan dan mengalami. Hasil akhirnya mereka akan merasa bahwa cerita atau konten yang disampaikan adalah tentang mereka.

Audiens adalah komponen yang paling penting dari presentasi, jadi lebih seringlah menggunakan kata ganti “Anda”.

Penggunaan Bapak Ibu, Hadirin VS Anda

Ketika Anda duduk sebagai audiens di dalam sebuah presentasi, manakah perasaan yang ingin anda alami:

  1. Pembicaranya hebat banget, saya merasa menjadi satu bagian dari sebuah kelompok besar
  2. Pembicaranya hebat banget, saya merasa dia seperti berbicara kepada saya secara personal

Sekali lagi saya cukup yakin bahwa kali ini Anda juga memilih opsi yang kedua. Anda lebih suka jika pembicara seolah-olah berbicara kepada anda secara pribadi dan personal.

Jika memang itu preferensi Anda, lalu mengapa sebagai presenter kita menggunakan kata ganti kedua jamak (Bapak-Bapak Ibu-Ibu, Hadirin Sekalian, Saudara-Saudara)? Gantilah kata ganti menjadi kata ganti kedua tunggal (Anda), dengan demikian presentasi Anda akan terasa lebih personal bagi audiens.

Jikalau anda sudah terbiasa menggunakan kata ganti jamak dalam berpresentasi, memang tidak mudah untuk bisa langsung menggantinya menjadi “Anda”. Butuh waktu dan upaya untuk mengubah kebiasaan, dulu saya juga mengalami hal yang sama. Akan tetapi sekarang saya sudah bisa secara otomatis menggunakan “Anda” sebagai kata ganti yang dominan.

Silahkan mempraktekkan dan rasakan sendiri perbedaannya!

Pertanyaan: “Kata ganti apakah yang sering anda gunakan dalam berpresentasi?” Sharingkan jawaban anda pada kolom komentar yang ada di bawah.

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Venus Tjandrakusuma

    Pertanyaan: “Kata ganti apakah yang sering anda gunakan dalam berpresentasi?” saya biasa menggunakan “temen-temen” atau “sobat sekalian” pak 😀 wah brarti perlu dirubah ya pak? akan sy coba…

    • Haha.. saya saran dirubah menjadi “anda” deh, saya sudah coba dan praktekkan sendiri. Menurut saya hasilnya lebih mantap 😀
      Selamat mencoba Venus, sukses selalu

  • Imbar

    Pak Davis gimana kalau audiens kita anak-anak tingkat sekolah dasar, apakah penggunaan kata “anda” masih lebih baik dengan kata “teman-teman” ? Terima kasih

    • Halo Imbar, saya yakin Imbar bertanya karena merasa aneh ketika harus menggunakan “anda” untuk menyapa anak-anak setingkat SD 🙂 Saya pun juga akan merasa demikian.

      Oleh karena itu sesuaikan saja dengan konteksnya, saya kira lebih pas untuk menggunakan kata “adik” atau “teman” dibandingkan menggunakan “anda”

      Terima kasih atas pertanyaan dan masukannya Imbar, ini membuat konten yang ada di blog ini semakin kaya

  • riki rinaldi

    Pak David, saya mahasiswa yang belum bisa melakukan presentasi dengan baik pak. saya masih grogi pak. ngomong dengan orang 4 mta yang belum saya kenal aja selalu berkaca kaca pak. apalagi melakukan presentasi pak. bagaimana ya pak David ?

    • Halo Riki, sayangnya tidak ada solusi instan untuk mengatasi rasa grogi 🙂 Berita baiknya adalah Riki tidak sendiri, banyak orang yang juga mengalaminya.

      Tips yang bisa saya berikan adalah lakukan persiapan yang matang, bayangkan yang terbaik dan terus menerus berlatih. Hal-hal tersebut akan membantu Riki meminimalkan rasa grogi.

      Dan jika Riki tinggal di kota besar, bisa bergabung di Toastmasters Club, ini adalah sebuah klub untuk belajar public speaking (kebanyakan dalam menggunakan bahasa Inggris). Silahkan cek saja apakah di kota Riki tersedia di http://www.toastmasters.org.

      Semoga membantu Riki

  • Alexander Selvianus

    Pak David, terimakasih atas artikel ini. Saya sering berbicara dgn kelompok masyarakat dalam konteks pemberdayaan. Latar belakang mereka sangat heterogen. Dari sisi umur biasanya audiens ini lebih tua. Biasanya untuk menghilangkan ketegangan saya memberikan cerita lucu. Usia terkadang menghalangi saya dalam pemilihan kata terutama jika berada di desa. Disisi lain berbicara tentang pemberdayaan audiens tak boleh tegang. Ketika menggunakan kata Bapak, ibu dsbnya pasti ketegangan itu bertambah karena org berpikir ini forum yg sangat resmi. Bgmn dengan situasi spt ini Pak David? Apakah penggunaan kata ANDA relevan atau ada solusi lainnya?

    • Halo Pak Alexander, yang terbaik adalah yang bisa membuat bapak cepat terhubung/ connect dengan mereka.

      Jika dalam konteks bapak kata ganti “Anda” masih terkesan formal, silahkan menggantinya dengan yang lebih santai. Kuncinya adalah pilihlah kata ganti kedua tunggal (wah.. jadi seperti pelajaran bahasa Indonesia nih)

  • Adilo

    Salam Toasmaster Pak David. Berbicara di depan umum masih menjadi momok yang menakutkan bagi setiap orang. Sebagian orang mempunyai gaya bicara tersendat-sendat atau gagu ketika akan berbicara di depan umum. Pertanyaan : bagaimana cara meminimalisir kegaguan ketika memberikan speech?

    • Halo Adilio
      Untuk masalah gagap penyebabnya bisa banyak nih.

      Jika dalam konteks Toastmasters (yang biasanya membawakan dalam bahasa Inggris), sering sebabnya karena memang belum terbiasa berbicara dalam bahasa Inggris. Jadi lebih ke kendala bahasa.

      Sedang ada juga yang gagap karena memang ada masalah fisik atau psikis. Dalam hal ini memang ada terapi khususnya, di mana saya kurang berkompeten untuk menanganinya.

      Yang paling umum terjadi adalah gagap karena kurang persiapan 🙂 Untuk yang ini kuncinya musti harus banyak berlatih dulu sebelum presentasi. Persiapan yang matang adalah satu kunci yang paling menentukan keberhasilan presentasi.

      Semoga bisa membantu Adilio

      • Adilo

        Thank you so much Toasmaster David.

  • Fuad Faizin

    Salam to Mr. David.
    sbg ketos saya sering berbicara di forum dan kadang2 juga presentasi, biasanya saya menggunakan panggilan “bro” buat panggilan keakraban, alasan saya agar lebih bisa akrab dengan mereka, atau kadang2 juga “sampean/kamu” untuk menghormati mereka. bagaimana menurut pak David, apakah sudah efektif?…terima kasih

    • Halo Fuad, dalam hal ini kontekslah yang menentukan.

      Jikalau presentasinya situasinya santai, non formal silahkan saja menggunakan panggilan-panggilan tersebut karena itu akan membuat lebih akrab.

      Yang menjadi poin saya dalam artikel ini adalah gunakan lebih banyak kata ganti kedua tunggal (anda, kamu dst) dibanding kata ganti orang pertama (saya)

  • Pingback: Formula Efektif untuk Meyakinkan Orang Lain | David Pranata()

  • Bu Lan

    Dear Pak David,.. saya numpang tanya ya, kalau kita melakukan presentasi di depan beberapa dosen dan beberapa teman sekaligus dalam suatu ruangan sebagai audiens, sebaiknya kita menggunakan panggilan apa ya?… “Ibu-bapak dosen dan teman-teman…” atau bagaimana ya? Tingkiu sekali Pak David… ^_^

    • Halo Bu Lan,
      Di awal presentasi ketika menyapa audiens (greeting), silahkan menggunakan “Bapak Ibu dosen dan teman-teman sekalian” tidak apa-apa.

      Akan tetapi nanti di tengah (bagian isi presentasi) cukup menggunakan kata ganti kedua tunggal saja yaitu “Anda”. Kita ingin dalam berpresentasi seakan-akan kita hanya berbicara secara personal dengan tiap individu dari audiens.

      Semoga membantu 🙂