Bagaimana Jika Audiens Saya adalah Ibu – Ibu yang Membawa Balita? – Dan Beberapa Jawaban Lain atas Pertanyaan Anda

Halo Para Pembaca! Posting blog terakhir di akhir bulan akan saya gunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang anda lontarkan ke saya. Jadi ini dia jawaban atas beberapa pertanyaan anda di bulan September ini.

tanya-jawab-2

Bagi anda yang belum mengetahuinya, anda bisa mengajukan pertanyaan ke saya tentang hal-hal seputar komunikasi dan presentasi. Satu penanya yang beruntung tiap bulannya akan dibahas pertanyaannya di sesi konten audio. 

Hanya saja karena sedemikian banyak pertanyaan yang masuk (yang jika hanya dibahas melalui konten audio bisa bertahun-tahun baru selesai), maka saya menyediakan satu lagi artikel di akhir bulan yang khusus membahas jawaban atas pertanyaan – pertanyaan yang anda sampaikan.

Ini adalah sesi tanya jawab yang kedua, bagi yang ketinggalan sesi yang pertama (bulan lalu) bisa menyimaknya terlebih dahulu melalui link berikut ini.

Jadi ini dia jawaban atas beberapa pertanyaan yang anda ajukan ke saya:

1. Menghancurkan Pembatas Awal Komunikasi

Ini adalah pertanyaan dari Fuad Ilham, berikut saya kutipkan untuk anda:

Selama ini saya presentasi kebanyakan pada orang yang saya kenal atau referensi dari klien. Hal terbesar yang membatasi saya dengan calon prospek,terutama yang belum kenal adalah mental blok dalam proses membangun hubungan komunikasi pendahuluan.

Bagaimana menghancurkan pembatas awal dengan prospek yang belum dikenal sehingga bisa menarik perhatiannya untuk mendengarkan presentasi saya?

Dari konteks pertanyaan yang diajukan, saya melihat bahwa yang dimaksud Fuad adalah sebuah presentasi penjualan yang berhadapan dengan satu orang. Berikut adalah apa yang bisa saya sharingkan.

Sebelum kita mempersuasi seseorang, hal yang harus kita lakukan adalah membangun rapport (hubungan baik) dengan calon prospek. Inilah juga yang disebut Fuad sebagai komunikasi pendahuluan. Satu tips yang bisa saya berikan adalah dengan mencari kesamaan dengan calon prospek anda.

Untuk detil penjelasan cara membangun kesamaan, bisa disimak di artikel yang berikut ini. Setelah kesamaan terbangun maka akan lebih cepat anda bisa klik dengan orang lain plus memudahkan anda untuk mempersuasi nantinya.

2. Perbedaan Materi Pelatihan dan Materi Presentasi

Berikut adalah pertanyaan dari Prigas Wibawa:

Apa perbedaan dalam cara kita menyampaikan materi sebuah pelatihan dan materi presentasi ?

Tentu saja ada 🙂 Yang termasuk dalam presentasi / public speaking cukup luas konteksnya.

Cara atau teknik yang berhasil di satu konteks bisa jadi tidak cocok atau bahkan gagal total jika diterapkan di konteks yang lain. Contohnya cara presentasi anda menghadapi sidang skripsi akan berbeda dengan cara presentasi ketika anda menjadi motivator (bayangkan saja anda tiba-tiba anda meminta dosen penguji berdiri, loncat-loncat sambil berteriak “Saya bisa”)

Sedang untuk beda antara materi pelatihan dan materi presentasi secara umum adalah:

Materi pelatihan:

  • Durasi relatif panjang (satu jam s/d satu hari)
  • Cara menyampaikan harus bervariasi (ada games, role play, diskusi dll)
  • Tujuannya membuat audiens mengetahui dan mempraktekkan satu skill tertentu

Materi presentasi:

  • Durasi relatif lebih singkat (lima menit s/d satu jam)
  • Cara menyampaikan mayoritas adalah pemaparan / lecture
  • Tujuannya adalah membuat audiens mengerti dengan jelas / bertindak

3. Bagaimana Cara Menghafal Presentasi Selama Satu Sampai Dua Jam

Berikut adalah pertanyaan dari Andi Wibowo:

Bagaimana cara menghafal presentasi? Soalnya biasanya sebagai trainer/ public speaker bicara di depan umum bisa 1-2 jam. Bagaimana triknya agar presentasi lancar dan tidak lupa?

Haha.. yang jelas tidak dihafalkan kata per-kata ya.. Kalau dihafalkan kata per-kata, saya cukup yakin pasti lupa di tengah-tengah, selain itu anda juga tidak bisa benar-benar presence. Presentasi anda akan terkesan hanya seperti monolog menghafal, yang akibatnya tidak akan ada koneksi dengan audiens.

Yang bisa kita lakukan adalah dengan menghafal poin-poin penting yang ingin kita sampaikan. Detil tidak kita hafalkan akan tetapi dilatih berulang-ulang. Dan juga karena nantinya sering membawakan materi yang sama, lama kelamaan jadi bertambah mengalir dan bisa terus menerus diperbaiki.

Plus, saya sendiri selalu sedia notes contekan untuk presentasi saya, siapa tahu di tengah-tengah saya mendadak lupa (bisa saja lo). Untuk tips membuat contekan di laptop bisa dicermati di artikel berikut, sedangkan tips membuat contekan di handphone bisa disimak di artikel yang ini.

4. Audiens Saya adalah Ibu-Ibu yang Membawa Balita

Dan ini adalah pertanyaan yang paling seru dari Pak Taufikqurrahman 🙂

Apa yg sebaiknya dilakukan supaya presentasi efektif, jika audiencenya ibu-ibu yg membawa balitanya.

Haha.. Pak Taufik, asumsi saya yang Bapak kuatirkan adalah balitanya kan? bukan ibu-ibunya? Saya sendiri sudah tertawa membayangkan situasinya, di tengah-tengah presentasi ada yang lalu lalang di depan anda sambil minum susu, ada yang teriak-teriak bahkan ada yang menangis minta pulang 🙂

Terus terang saya belum pernah menghadapi situasi serupa (dan berharap tidak pernah). Jikalau hal ini sudah terjadi tentunya bakal susah sekali mengatasinya, oleh karena itu saran saya adalah anda coba menghindarinya sedari awal (tentu saja melalui ibunya bukan langsung ke balitanya). Di awal presentasi mintalah ibu-ibu untuk menjaga anaknya dan jika ada hal darurat bisa keluar ruangan dahulu.

Akan tetapi jika hal tersebut masih tetap terjadi di tengah-tengah presentasi. Haha.. terus terang saya juga tidak tahu musti bagaimana, paling saya akan stop sejenak dan minta tolong ibu-ibu supaya bisa membantu dengan anak-anak mereka.

5. Pertanyaan klasik “Bagaimana Mengatasi Nervous Ketika Presentasi”

Dan saya juga menerima banyak pertanyaan tentang bagaimana mengatasi rasa nervous, gugup, deg-degan, takut (dan segala sinonim lainnya) ketika presentasi. Untuk hal ini silahkan saja anda ambil free 2 bab awal buku Speak with Power yang memang membahas tentang cara mengatasi rasa nervous.

Anda bisa mengambil free ebook ini melalui link berikut ini.

Nah.. itu dia pertanyaan-pertanyaan yang bisa saya bahas di edisi bulan ini. Bagi anda yang masih ingin mengajukan pertanyaan, silahkan ya. Bagi satu penanya beruntung tiap bulannya (yang dibahas dalam konten audio) akan mendapat gratis satu buku Speak with Power yang akan dikirim langsung ke rumah anda.

Untuk mengajukan pertanyaan, anda tinggal klik saja tombol yang ada di bawah ini:

Ya! Saya Mau Bertanya
Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.