Cara Mengatasi Suasana Garing dan Audiens yang Mulai Bosan

Halo! Selamat datang di seri konten audio yang pertama!

Saya sudah tidak sabar lagi untuk segera menyapa anda dan mengabarkan siapa pemenang yang akhirnya pertanyaannya dibahas menjadi materi sekaligus berhak mendapatkan satu buku “Speak with Power” eksklusif (haha.. karena ada tanda tangan pengarangnya 🙂 )

Dan yang beruntung kali ini adalah Ibu Wira Islamiati… saya ucapkan selamat untuk Bu Wira. Bukunya akan segera saya kirimkan, ditunggu ya Bu! Dan pertanyaan yang ditanyakan oleh Bu Wira adalah:

Apa yang harus saya lakukan jika suasana mulai garing dan audiens mulai bosan?

Anda bisa langsung menikmati pembahasannya melalui rekaman audio di atas (bisa diputar langsung melalui player-nya atau bisa juga didownload terlebih dahulu).

Dengan konten audio ini, anda bisa menikmati pembelajaran sambil menyetir, lari pagi atau memasak. Hal ini tentunya sesuatu yang tidak bisa anda lakukan jika kontennya berbentuk artikel (bisa-bisa anda menabrak, tercebur selokan atau masakannya gosong).

Berikut saya sampaikan juga show notes atau ringkasan dari apa yang sudah dibahas di konten audio di atas.

Ringkasan Konten Audio

Dalam presentasi anda melihat audiens mulai gelisah, ada yang menguap, ada yang mengambil handphone bahkan ada juga yang mulai mengobrol dengan teman di sebelahnya.

Apa yang harus anda lakukan?

Sebelum saya membagikan tips untuk mengantisipasi dan mengatasi hal ini, ada satu hal yang harus menjadi perhatian anda terlebih dahulu yaitu tentang kemampuan audiens untuk fokus (terutama di jaman sekarang ini).

Kemampuan untuk Fokus

Terima kasih kepada kemajuan teknologi yang semakin canggih, sekarang gadget semakin menarik saja. Hanya saja hal ini banyak membuat orang semakin tidak bisa fokus. Kemampuan untuk fokus mendengarkan presentasi sekarang sudah menurun sampai di angka sekitar 20 menit saja (itulah mengapa presentasi TED dibuat dalam durasi 18 menitan).

Bahkan jika anda berada di depan layar komputer atau gadget angka ini bertambah turun drastis menjadi 8 detik saja (kita sudah kalah dari ikan mas yang ternyata bisa fokus selama 9 detik).

Inilah kondisi yang harus kita hadapi saat ini ketika berpresentasi. Lalu.. bagaimana tips menghadapinya?

Lima Tips Menghadapi Suasana Garing dan Audiens yang Mulai Bosan

1. Aturlah durasi anda berpresentasi

Sadarlah anda akan sulit mempertahankan presentasi audiens dalam waktu yang panjang. Jika anda harus presentasi dalam durasi yang panjang, bagilah menjadi beberapa segmen dengan ada break di antaranya.

2. Variasilah cara anda menyampaikan materi

Jangan melulu menggunakan satu cara saja (apalagi cara itu adalah dengan penjelasan / ceramah biasa). Gunakanlah berbagai cara untuk menyampaikan pesan anda, misalnya saja dengan cerita, video atau diskusi.

Selain itu variasilah juga intonasi suara anda, jika suara anda hanya memiliki satu nada suara saja pastilah ini adalah resep ampuh supaya audiens cepat tertidur.

3. Buat presentasi anda lebih interaktif

Libatkan audiens dalam presentasi anda, mereka juga ingin berpartisipasi. Dengan berpartisipasi mereka juga akan bergerak dan berpikir, inilah yang akan membuat audiens tidak lagi bosan dan mengantuk.

4. Be in the moment / presence

Jangan ada pikiran lain ketika anda sedang berpresentasi, misal: berpikir jika audiens tidak suka dengan presentasi anda atau masih berusaha mengingat-ingat isi presentasi. Audiens akan bisa merasakan ketika hal ini terjadi, itulah saat ketika anda akan kehilangan koneksi dengan audiens

5. Level Up! Tingkatkan antusiasme anda

Jika anda tidak antusias, audiens juga tidak akan antusias mendengar presentasi anda. Ingat! Antusiasme itu Menular. Berpresentasilah dengan level energi yang tinggi.

Ingin Pertanyaan Anda juga Dibahas?

Anda bisa mengajukan pertanyaan untuk dibahas baik itu di konten audio maupun artikel blog. Plus bagi yang beruntung pertanyaannya dibahas dalam konten audio akan mendapat satu buku “Speak with Power” eksklusif dikirim ke rumah anda.

Untuk bertanya anda bisa melalui link berikut ini:

Ya, Saya Mau Bertanya!
Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Misbahussurur

    Terimakasih Pak David, artikel yang inspiratif dan bermanfaat.

    Sedikit berpendapat; jika tidak bisa mengadakan sesi diskusi (karena waktu terbatas atau penyebab lainnya) setidaknya kita bisa mengadakan sesi tanya jawab, Saya belajar juga dari artikel tentang tanya-jawab yang diposting Pak David. Jika tidak bisa mengadakan sesi role play, setidaknya kita mengadakan sesi peragaan (demo).

    Ini berdasarkan pengalaman saya yang sering memberi presentasi dikalangan PNS dan anak sekolah. Seringkali mereka tidak antusias (pasif) mengikuti presentasi, karena mereka mengikuti kegiatan atas dasar tugas atau perintah, bukan keinginan sendiri.

    • Halo Pak Misbah,

      Terima kasih banyak atas tambahannya Pak. Dua point yang Bapak tambahkan (tanya jawab dan demo) benar-benar bisa ditambahkan sebagai salah satu cara untuk variasi dalam membawakan presentasi. Berikut saya tambahkan pula penjelasan supaya pembaca lain bisa juga mendalaminya.

      Tanya jawab sangat bagus untuk membuat interaksi dengan peserta serta membahas topik yang benar-benar menjadi kebutuhan atau permasalahan peserta. Plus jika kita presentasi materi sudah habis tapi waktu masih ada, maka inilah solusi yang pas.

      Demo akan cocok sekali digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang susah dijelaskan dengan kata-kata. Peragaan langsung akan lebih mengena dan mudah diterima. Contohnya misal ketika kita berpresentasi tentang cara memasak, demo akan cocok sekali digunakan.

      Sekali lagi terima kasih Pak, komentarnya semakin memperkaya konten yang ada di artikel ini.