Cara berbicara di depan audiens yang lebih senior dari anda

By David Pranata | Tips Presentasi

Feb 02

Pernahkah anda sudah siap-siap akan berpresentasi, dan ketika menebarkan pandangan ke arah calon audiens inilah yang anda lihat: Wajah-wajah yang acuh tak acuh, tidak bersahabat dan cuek. Belum lagi sekilas kelihatan jika mayoritas audiens jauh lebih senior dari anda. Waduhh.. kondisi seperti ini jika diibaratkan seperti kondisi siaga darurat bencana alam.

Berpresentasi di depan audiens senior

Tampaknya situasi seperti ini juga pernah dialami oleh salah satu pembaca setia PresentasiEfektif.com yaitu Pak Panji Priambudi. Waktu itu Pak Panji harus memberikan sebuah sesi training (berbayar lagi) di hadapan audiens yang lebih senior (baca: umur lebih tua & lebih berpengalaman).

Nah..ketika anda menjadi Pak Panji, kira-kira bagaimana perasaan anda?

Menurut Pak Panji sendiri rasaya adalah “Beeuugghh…” (walaupun saya juga tidak tahu pasti seperti apa itu rasa beeuugghh, tapi kurang lebih begitu lah) 🙂

Mungkin anda juga punya pengalaman serupa, di mana anda dituntut untuk berpresentasi di depan audiens yang lebih senior, yang umurnya jauh di atas anda, atau di depan bos / atasan anda.

Lalu Pak… apa yang bisa saya lakukan jika kondisinya seperti itu?

Nah, artikel yang kali ini akan khusus membahas tentang tips dalam menghadapi audiens yang lebih senior dari anda. Silahkan anda simak dua tips yang berikut:

(1) Tingkatkan kredibilitas anda

Anda bisa meningkatkan kredibilitas dan rasa percaya diri anda dengan dua hal berikut:

  • Perhatikanlah penampilan anda

Lo Pak.. apa hubungannya antara kredibilitas dan penampilan?

Banyak orang membentuk kesan pertama terhadap seseorang dari penampilan. Jadi pastikan penampilan anda sesuai, berpakaianlah serupa dengan audiens akan tetapi satu tingkat lebih tinggi.

Misal: ketika mayoritas audiens mengenakan pakaian santai, anda bisa mengenakan kemeja yang cukup formal. Ketika mayoritas audiens mengenakan kemeja formal anda bisa mengenakan kemeja berdasi atau jas.

Akan sulit memberikan pengaruh dan membangun kredibilitas jika penampilan anda berada pada level di bawah mayoritas audiens. Bayangkan saja anda harus berpresentasi dengan T-shirt dan celana jeans di hadapan mayoritas audiens yang mengenakan busana bisnis formal, kecuali anda adalah seorang Steve Jobs maka akan sulit sekali untuk membuat audiens percaya kepada anda.

Asisten trainer saya (umur dan penampilannya relatif muda) pernah mengalami hal yang serupa, dia harus memberikan pelatihan di hadapan seluruh dosen-dosen senior. Selain persiapan yang matang, hal lain yang saya sarankan kepada dia adalah cara berpakaian. Saya meminta asisten saya untuk mengenakan blazer dan kacamata (padahal sebenarnya dia tidak berkaca mata 🙂 ), dan hasilnya proses training berjalan dengan lancar, audiens juga bisa menganggap dia sebagai pembicara yang kredibel.

  • Lakukan PR (Pekerjaan Rumah) anda

Lo Pak.. sekarang kok malah saya diminta bikin PR? Tapi apa ya PR nya?

PR anda sebagai seorang presenter tidak lain adalah persiapan yang matang. Apa lagi di hadapan audiens yang lebih senior dan berpengalaman, berarti anda musti lebih keras lagi dalam mengerjakan PR-nya. Lakukanlah riset ekstra tentang topik anda, kutip pendapat dan opini dari beberapa pakar dan dukung poin-poin anda dengan data yang kuat.

Dengan melakukan hal-hal di atas maka anda akan menunjukkan kepada audiens bahwa anda telah benar-benar mengerjakan PR anda. Selain itu dengan mengutip pendapat dan data dari para pakar maka secara tidak langsung anda juga meminjam kredibilitas mereka. Di mana hal ini akan membuat audiens lebih percaya pada anda.

(2) Buatlah audiens menyukai anda

Selain membangun kredibilitas, hal lain yang bisa anda lakukan adalah memenangkan dulu hati audiens. Anda bisa melakukan hal tersebut dengan membuat audiens menyukai anda. Likeability adalah salah satu aset yang berguna jika anda adalah seorang presenter atau pembicara.

Satu cara yang bisa anda gunakan untuk membuat audiens menyukai anda adalah dengan mengadakan interaksi yang lebih sering dengan mereka. Tanyakanlah pendapat mereka, buatlah mereka bisa menyumbangkan opini dan ajaklah audiens lain untuk memberikan tepuk tangan untuk pendapat atau jawaban yang bagus.

Dengan cara itu maka audiens akan merasa lebih diperhatikan, bukankah kita cenderung merasa lebih peduli jika apa yang dibahas adalah ide dan pendapat kita sendiri?

Saya juga ada membahas secara spesifik tentang bagaimana membuat audiens menyukai anda bahkan sebelum anda memulai presentasi anda di produk saya “10 Audio Tips for Effective Presentation”. Saat anda ingin mendapatkannya silahkan anda bisa mengunjungi link ini.

Jadikanlah audiens anda adalah teman anda, pedulilah kepada mereka, maka niscaya mereka juga akan menyukai anda dan mendengarkan presentasi anda. Sebagai penutup, ada sebuah quote dari Cavet Robert, pendiri dari NSA (National Speaker Association) yang secara indah mengilustrasikan hal ini:

People don’t care how much you know until they know how much you car – Cavet Robert –

Pertanyaan: “Apakah anda memiliki tips lain untuk menghadapi audiens yang lebih senior dari anda?” Silahkan membagikan jawaban anda di kolom komentar yang ada di bawah

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.