5

Cara Memberi Hadiah yang Akan Selalu Dikenang

Pernahkah anda memberi hadiah kepada orang lain? Pernahkah anda merasa bingung memilih hadiah apa yang harus anda berikan? Saya cukup yakin jika anda akan menjawab “Ya” pada dua pertanyaan di atas.

Gift

Memang tidak mudah untuk memilih apa hadiah yang sesuai. Tentunya anda ingin hadiah yang anda berikan bisa berguna, bermanfaat dan dikenang oleh orang lain (tanpa membuat dompet anda menjadi tipis 🙂 ).

Nah, berikut akan saya bagikan cerita tentang apa yang saya alami, semoga bisa menginspirasi ketika anda memberi hadiah di kemudian hari

Baru-baru ini teman saya, Martin, menghadiri Toastmasters International Convention di Kuala Lumpur Malaysia. Di tengah-tengah kesibukannya, dia menyempatkan diri memberikan saya beberapa oleh-oleh sebagai hadiah.

Dan ada sesuatu yang spesial dengan hadiah yang saya terima, karena dia bukannya memberikan

  • Gantungan kunci bertuliskan “Visit Malaysia”
  • Kaos bergambar Petronas Tower
  • Coklat produksi dari perusahaan lokal di Malaysia

Akan tetapi dia memberikan item-item berikut:

KL Gift

Dia memberikan saya tiga hadiah yang berupa:

  • Audio CD “How to Become a Professional Speaker” oleh Douglas Kruger
  • Buku “Speak Like a True Leader” oleh Gerald Green
  • Hiasan magnet kulkas berlogo Toastmasters

Apa yang spesial dari ketiga hadiah ini?

Pemilihan hadiah tersebut menunjukkan bahwa teman saya benar-benar memikirkan apa yang saya sukai, inginkan dan butuhkan. Dengan profesi saya sekarang ini, hadiah tersebut benar-benar bermakna dan berguna.

Tidak heran jika Audio CD nya dalam sehari sudah selesai saya dengarkan, isinya benar-benar mantap dan memberikan pandangan baru tentang profesi sebagai pembicara. Bukunya sekarang dalam proses saya baca dan Ummm…. hiasan kulkasnya sekarang menjadi salah satu mainan favorit dari Gwen, anak saya 🙂

Gwen

Satu hal yang saya pelajari dari Martin ketika memberikan hadiah adalah: “Seringkali bukan tentang jenis hadiahnya, akan tetapi tentang makna yang bisa anda berikan.”

Untuk lebih jelasnya, saya berikan satu contoh lagi dari cerita Gerald Green, pengarang buku di atas sekaligus mentor dan teman baik saya.

Di hari pernikahan saya, Papa Green demikian kami menyebut dia, memberikan kami hadiah pernikahan berupa sepasang gelas wine yang indah. Tanpa diberi makna spesial, mungkin gelas ini hanya akan menjadi gelas biasa yang terpajang di rak atau bahkan tersimpan rapi di gudang.

Akan tetapi Papa Green memberikan makna yang luar biasa pada kedua gelas ini. Sesuatu yang membuat saya ingat pada gelas ini tiap tahunnya.

Sambil memberikan gelas tersebut, dia berkata “Bisa tidak jika kedua gelas ini digunakan pada waktu upacara toast di pesta pernikahan besok? Dan setelah itu tiap tahun di hari ulang tahun pernikahan, minumlah dari gelas ini… untuk mengenang hari indah ini sekaligus mengingatkan kalian akan saya”

So sweet and thoughtful, isn’t it?

Jadi rahasia untuk memberi hadiah yang akan selalu dikenang adalah:

Berikan makna pada hadiah yang anda berikan

dan anda akan membuat hadiah anda berguna, bermanfaat sekaligus dikenang oleh orang lain.

Pertanyaan: “Hadiah apakah yang pernah anda terima dan benar-benar bermakna?” Silahkan sharingkan pengalaman anda di kolom komentar di bawah
Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Guntur Perdana.T

    saya pernah pernah di berikan HADIAH yang saat ini bisa mengubah cara pikir dan penampilan di waktu masa lajang saya sembraut, dia juga yang mengenalkan buku2 yg bermanfaat,tapi itu sudah lama sekali kalau tidak salah 10thn yg lalu,dari perubahan itu

    kalau orang bertanya TAMATAN APA ,SAYA jawab s1 alias SD .banyak yang tidak percaya pak david.itulah hadiah yang terkenang sampai hari ini ,

    • Wah.. terima kasih untuk sharingnya yang luar biasa Pak.
      Semoga kita juga bisa menjadi seperti teman bapak itu yang mampu membawa perubahan pada orang lain.

  • wingki

    Salam kenl pak david , terimakasih atas artikel-artikel anda yang sangat bermanfaat untuk saya. Mungkin mirip dengan cerita anda, saya pernah mendapat sebuah buku pelajaran bahasa asing dari teman saya, ketika itu di toko buku saya melihat buku itu dan berkata pada teman saya, nanti saya akan kembali ke toko buku ini untuk membeli buku trsebut, karena jaraknya tidak jauh darinhari ultah saya, ternyata mereka menghdiahkan buku tersebut kepada saya.. Saya sangat senang, dan antusias untuk mempelajarinya..

    • Salam kenal juga Wingi,
      Terima kasih sudah berbagi pengalaman. Saya yakin pembaca lain tambah mendapat manfaat dari contoh yang Wingki berikan.
      Sering memberi hadiah tidak perlu sesuatu yang mahal, yang penting adalah makna yang menunjukkan bahwa kita peduli.

  • Pingback: Memberi Makna | Nomor Dua Puluh Tiga()