9

Jika Hidup Adalah Sebuah Film….

Jika hidup adalah sebuah film, cerita seperti apakah yang ingin anda buat? Itulah premis utama dari sebuah buku yang baru saja selesai saya baca, “A Million Miles in a Thousand Years” karya Donald Miller.

a million miles

Jikalau dari dulu anda mengidam-idamkan untuk memiliki sebuah mobil, fotonya anda tempelkan di kamar untuk senantiasa termotivasi. Anda bekerja keras, menabung hasil jerih payah, rela makan Indomie tiap hari untuk berhemat demi mobil impian anda.

Walau sekarang musti berpanas-panas dan berhujan-hujan naik sepeda motor, anda tetap yakin bahwa suatu saat anda pasti akan memilikinya.

Dan suatu hari anda menuju ke show room mobil, memilih warna favorit untuk mobil baru anda dan akhirnya keluar dengan mengendarai mobil impian anda. Dalam perjalanan pulang anda menitikkan air mata karena terharu dan gembira, akhirnya segala daya upaya dan perjuangan terbayar juga hari ini.

Sekarang pertanyaannya…. “Jika kisah dramatis ini anda ajukan ke produser film untuk dibuatkan versi layar lebarnya, apakah kira-kira ada yang mau?’

Saya kira hampir semua produser akan menolak, bisa jadi beberapa alasannya adalah:

  • Bisa nggak ditambahkan adegan kejar-kejaran dan tembak-menembak?
  • Bagaimana kalau ditambahkan unsur cinta segitiga di dalamnya?
  • Bagaimana jika mobil yang anda beli ternyata bisa berubah menjadi robot yang bisa bicara?

Mungkin kisah hidup kita tidaklah sedramatis apa yang ada di dalam film-film, tapi itulah cerita hidup kita yang nyata. Kita akan menjalani tahun demi tahun dalam kisah-kisah hidup yang kita alami. Kita juga berharap bahwa kisah kita akan menjadi bermakna.

“If your life is a story, how can you tell a better one?”
– Donald Miller –

Dan jika hidup anda adalah sebuah film, anda selalu bisa menyusun cerita yang lebih baik. Anda bisa merancang, mengedit dan menjalaninya supaya mendapat ending yang lebih baik.

Dan sadarilah bahwa di dalam hidup….

Andalah yang menjadi sutradaranya, anda sendiri yang akan merancang jalan cerita hidup anda.

Anda jugalah yang menjadi aktor utamanya, anda sendiri yang akan menjalani peran dalam kisah hidup anda.

Dan anda jugalah yang merancang endingnya, apakah anda ingin cerita anda berakhir dengan happy ending atau sad ending?

Kita semua pasti ingin cerita hidup kita berakhir dengan happy ending. Tidak ada seorang pun yang secara sadar memilih dan merancang hidupnya untuk berakhir dengan sad ending. Jadi…ending seperti apakah yang anda inginkan?

Pertanyaan: “Jika hidup anda adalah sebuah cerita, bagaimana anda akan membuatnya menjadi cerita yang lebih baik?” Silahkan sharingkan jawaban anda pada kolom komentar yang ada di bawah

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Mustofa Djazuli

    Yes setuju Pak David, itulah gunanya dreamsbook kita buat, hidup harus punya plan, tidak ikut arus saja

    • Benar Pak.. kalau kita ikut arus saja maka kita akan berakhir menjadi pemeran pembantu di film yang disutradarai oleh orang lain 🙂

  • Hendra Chen

    luar biasa. sangat menginspirasi sekali pak david. saya ingin memulai dengan akhir cerita happy ending, baru saya tarik ke hari ini, apa yg perlu saya tingkatkan supaya happy ending tsb dicapai, dan hal apa yg perlu saya kurangi utk mendapatkan akhir yg sama mau.

    • Halo Pak Hendra.. terima kasih atas komentarnya.
      Tepat sekali Pak, inilah juga yang disebut oleh Steven Covey dengan “Begin with the End in Mind”, marilah kita mulai dengan hasil akhir apa yang kita inginkan.
      Setelah itu barulah kita rancang bagaimana cara mencapainya.
      Sekali lagi thanks for sharing Pak

  • wira islamiati

    thanks pak atas sharingnya,,, ketika kita ingin membuat hidup lebih baik, ya kita yang harus menciptakan kebaikan itu, ketika ingin bahagia, maka kebahgian itu harus kita ciptakan,,cara menciptakannya dengan membuat plannig dan upaya kongkrit untuk mencapai planning tersebut, begitu pak,,, :

    • Terima kasih atas komentarnya Bu Wira.
      Setuju sekali dengan pendapat Ibu, kita sendirilah yang menciptakan kebahagian, merencanakan dan berupaya mencapainya.
      Semoga apa yang Ibu cita-citakan tercapai 🙂

  • Pingback: Book Review "The Miracle Morning" | David Pranata()

  • Stery Erick Larunsedu

    wow luar biasa. trima kasih pak sudah mengingatkannya lagi, karena saya sudah lupa bagian ending yang saya buat oleh karena begitu banyak masalah yang dihadapi. terima kasih untuk mengingatkannya sekali lagi… sukses terus

    • Sama-sama Pak Stery, saya yakin pasti Bapak bisa membuat cerita-cerita hidup Anda berakhir dengan happy ending 🙂
      Salam sukses selalu!