2

Komunikasi Intrapersonal – Cara Membuat Diri Anda Tenang dan Damai

Di tengah maraknya perkembangan teknologi dan cara berkomunikasi saat ini, sering malahan kita merasa gelisah dan kesepian. Apa sebabnya? Apa yang bisa kita lakukan?

komunikasi-intrapersonal
Teknologi telah banyak membantu kita untuk menjadi saling terhubung satu sama lain. Teman atau keluarga yang terpisah oleh jarak ribuan kilometer hanya menjadi satu ketikan chat saja jauhnya.

Belum lagi teknologi yang terus menerus berkembang dan semakin beraneka ragam bentuknya. Mulai dari telepon, sms, email, chat, social media, video call sama WA group. Semuanya semakin memudahkan kita untuk saling berkomunikasi dan terhubung satu sama lain.

Kita juga tidak henti – hentinya untuk berbagi dan menerima update dari teman & keluarga. Sepanjang hari kita habiskan untuk saling terhubung antara satu sama lain.

Akan tetapi walaupun kita memiliki semuanya itu, seringkali hal tersebut tidak membuat komunikasi kita meningkat. Tidak jarang bahkan kita merasa bertambah gelisah dan kesepian. Alone together (berame – rame kesepian)

Jadi Apa Masalah Sebenarnya?

Walaupun kita menghabiskan waktu sekian banyak untuk membalas email, chatting dengan teman, asyik ngobrol di telepon akan tetapi kita jarang sekali berkomunikasi dengan diri sendiri. 

Walaupun kita mengetahui banyak detil tentang teman kita misal kebaikan mereka (dan juga kejelekannya 🙂 ), makanan yang saat ini mereka makan atau foto – foto liburan, akan tetapi sering kita tidak mengenal diri kita sendiri. 

Berkomunikasi kepada diri sendiri. Inilah yang disebut dengan komunikasi intrapersonal.

“Wah.. apa ini ya Pak? kedengarannya kok agak – agak mistis?”

Tidak ada yang mistis di sini. Komunikasi intrapersonal adalah seberapa sering Anda duduk diam tenang sambil berefleksi tentang kehidupan dan diri sendiri.

Sering karena kesibukan dan hiruk pikuknya jaman, kita lupa melakukan jenis komunikasi ini. Hidup terus berjalan dengan cepat. Kita hanya mengikuti tanpa pernah benar – benar sadar dan menentukan:

  • Hal – hal apa yang sebenarnya penting untuk diri kita
  • Hal – hal apa yang membuat kita bahagia
  • Apa yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup ini

Jika hal ini terus menerus berjalan, bisa – bisa Anda tidak lagi mengenal siapa diri Anda sebenarnya dan menjalani kehidupan yang tidak Anda inginkan.

Tentunya Anda juga tidak ingin seperti itu bukan? Lalu bagaimana caranya?

Komunikasi Intrapersonal – Bagaimana Memulainya?

Cara termudah memulai adalah dengan menyadari apa yang sekarang sedang Anda lakukan. Sering kita melakukan sesuatu tanpa benar – benar menyadarinya. Misalnya:

  • Waktu berjalan tapi tidak benar – benar sadar sedang berjalan (jadinya tersesat)
  • Waktu menyetir sambil asyik chatting dengan teman
  • Waktu bermain dengan anak sambil sibuk main handphone

Oleh karena itu cobalah untuk benar – benar menyadari apa yang sedang Anda lakukan. Misal ketika Anda berjalan, benar – benar nikmatilah waktu berjalan tersebut. Ketika bermain dengan anak, jadilah total bermain bersama dia.

Inilah sebuah praktek yang sering disebut dengan mindfulness – kesadaran penuh akan apa yang sedang terjadi saat ini. 

Luangkan juga waktu untuk berada dalam kondisi tenang, rileks dan tanpa gangguan. Fokuskan perhatian pada nafas Anda. Sadari setiap nafas yang Anda tarik dan buang. Anda bisa memulai dengan melakukan hal ini 5 – 10 menit sehari.

Atau dengan kata lain – Mulailah meluangkan waktu untuk diri Anda sendiri. 

“Kembali ke Rumah”

Mempraktekkan komunikasi intrapersonal jika saya analogikan adalah seperti pulang kampung. Kembali ke rumah yang selama ini jarang kita kunjungi karena terlalu sibuk mengunjungi tetangga dan teman yang lain.

Rumah adalah tempat kita merasa nyaman, aman, tenang, tentram dan damai.

Walaupun mungkin saat ini rumah kita kondisinya berantakan karena terlalu lama kita tinggalkan, akan tetapi bagaimana pun juga itu adalah rumah kita yang nyaman dan selalu kita rindukan.

Semoga tulisan singkat ini bisa mengingatkan kita yang seringkali terjebak dalam hiruk pikuk dan cepatnya hidup berlalu. Mari kita mulai praktekkan komunikasi intrapersonal dan “kembali ke rumah”.

Jadi.. kapan Anda akan “pulang kampung”?

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Ananta Politan Bangun

    Dear bapa David Pranata,

    Terima kasih untuk ilham dalam tulisan ini. Sungguh menyentuh saya untuk semakin resap dalam berkomunikasi dengan diri sendiri.

    Saya berdoa kiranya bapa sekeluarga sehat dan bahagia selalu, dalam semangatnya menabur ilham bagi banyak insan.

    Shalom dari Medan,

    Ananta Bangun

    • Sama – sama Pak Ananta.
      Sehat selalu juga untuk Pak Ananta dan keluarga sekalian di Medan.