2

Lessons from My Childhood Hero

Mungkin anda tidak pernah tahu dan tidak pernah menyangka… kalau saya adalah penggemar seri Kamen Rider ๐Ÿ™‚ tidak hanya di waktu masa kecil saya, akan tetapi sampai sekarang pun saya masih menontonnya.

Bagi anda yang tidak tahu apa itu Kamen Rider, ini adalah sebuah seri super hero versi Jepang yang biasanya diperuntukkan untuk segmen anak-anak. Seperti apa penampakannya? haha.. anda bisa cek gambar-gambar di bawah ini deh

KamenRiderBlackRXKamen Rider Black ato Satria Baja Hitam, serial TV yang nge-top banget waktu saya masih kecil

GaimKamen Rider Gaim – serial Kamen Rider yang sedang dalam masa tayang sekarang

Saya bisa membayangkan sekarang anda sekarang tertawa terbahak-bahak sambil berkomentar Wah… masa sudah gede tontonannya masih film anak-anak kaya begitu”

Nah.. berikut saya sampaikan pembelaan saya ๐Ÿ™‚

Bukankah sampai sekarang mayoritas dari kita masih suka dengan figur-figur super hero? Setiap kali ada film superhero diputar di bioskop (entah itu Spiderman, Thor, Batman, Superman dst) pasti selalu penuh dijejali oleh orang sampai antrinya puanjaaang banget. Bukan hanya anak-anak, remaja dan orang tua pun semua kepingin nonton.

Mengapa film-film superhero banyak sekali diminati orang? berikut hasil analisa pribadi saya:

Film-film superhero sering menggambarkan orang-orang biasa seperti kita yang menghadapi masalah-masalah yang seakan-akan tidak bisa terpecahkan hanya dengan kekuatan biasa (entah itu serangan alien atau tiba-tiba muncul monster dari dasar laut). Hanya saja ketika menghadapi masalah tersebut bukannya mereka malah menyerah atau lari, akan tetapi mereka berubah (atau istilah dalam Kamen Ridernya “Henshin”) menjadi sebuah figur yang lebih kuat, yang lebih besar dari masalah yang mereka hadapi.

Dan bukankah dalam hidup sebenarnya juga menghadapi hal yang sama? Mungkin bukan serangan alien atau monster dari dasar laut, akan tetapi yang kita hadapi adalah cicilan rumah yang sudah terlambat, boss yang tidak bisa dimengerti, biaya hidup yang terus membengkak. Sering kali hal-hal tersebut membuat kita tidak berdaya dan putus asa.

Ketika melihat film-film super hero tersebut, selain terhibur kita juga terinspirasi. Dengan melakukan proses Henshin, sebetulnya kita bisa mengalahkan monster-monster itu…. ehhh maksud saya mengatasi masalah-masalah yang ada. Mungkin perubahannya tidak sekejab dalam hitungan detik seperti yang ada di film superhero, akan tetapi perlahan-lahan sebetulnya kita mampu berubah menjadi lebih besar, lebih kuat dari masalah-masalah yang kita hadapi.

Jadi kesimpulannya…..

Film-film superhero itu mengajarkan bahwa sebenarnya kita lebih besar dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi. Jadi lain kali ketika anda menghadapi cicilan hutang yang anda tidak tahu kapan bisa melunasinya, boss yang anda tidak tahu lagi bagaimana cara mengatasinya atau bagaimana anda bisa tetap survive bulan depan…. ingat saja satu kata ini:

“Henshin”

dan berubahlah, jadikanlah diri andaร‚ย lebih besar dari masalah yang anda hadapi

Pertanyaan: “Tokoh superhero apakah yang menjadi idola anda? Apa yang anda pelajari dari dia?” Silahkan berbagi dengan mengisi kolom komentar yang ada

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Mr.Karyo

    Ternyata kita sama….