Tips Negosiasi Cara Memilih Lawan Negosiasi yang Tepat

Mana yang lebih susah: Bernegosiasi dengan orang yang PUNYA kuasa memutuskan atau dengan orang yang TIDAK PUNYA kuasa memutuskan? Simak jawaban beserta cerita dan tips negosiasinya dalam video berikut ini.

Sudah Nonton Videonya?

Jika Anda sudah nonton videonya, tentu Anda sudah tahu jawaban pertanyaan pembuka artikel ini bukan? Istri saya mengalami kesulitan dan tidak berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan hanya karena satu kesalahan: dia bernegosiasi dengan orang yang tidak tepat.

Si pelayan / waiter tidak memiliki wewenang untuk memutuskan. Anda mau berargumentasi sekuat apapun dia hanya akan menuruti instruksi atau peraturan yang sudah diberikan.

Akan tetapi jikalau Anda bernegosiasi dengan orang yang tepat (dalam hal ini si manager restoran yang notabene memiliki kuasa memutuskan) maka kesempatan Anda untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan lebih terbuka.

Jadi tips negosiasi sederhana kali ini adalah:

Pastikan Anda bernegosiasi dengan orang yang tepat – yang memiliki kuasa untuk memutuskan

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara memanfaatkan tips negosiasi ini (beserta ada juga transkrip video di atas), Anda bisa simak artikel saya terdahulu di link berikut ini.

Hal Lain yang Bisa Dipelajari dari Konten Video di Atas

Sebenarnya saya tidak sedang membawakan cerita di atas dalam workshop negosiasi, melainkan saya membawakannya dalam workshop Speak with Power (topik presentasi / public speaking).

Dalam presentasi ada berbagai macam cara untuk mengajarkan sesuatu atau menyampaikan pesan. Dan cerita adalah salah satunya (yang seringkali menjadi andalan utama saya). Dalam video di atas saya memberikan contoh bagaimana melakukannya (mengajarkan sesuatu dengan menggunakan cerita)

Anda bisa cermati dan pelajari teknik – teknik storytelling yang saya gunakan dalam cerita di atas, misalnya:

  • Memulai cerita dengan menggunakan curiosity / rasa ingin tahu (bertanya pada audiens mana yang lebih susah, bernegosiasi dengan orang yang punya kuasa atau tidak punya kuasa memutuskan)
  • Menggunakan pertanyaan yang membuat audiens melihat situasi yang mungkin mereka alami, contoh: “Pernahkah Anda mengalami suatu momen yang akan menentukan keberlangsungan hidup Anda?”
  • Penggunaan bahasa tubuh untuk membuat audiens bisa lebih membayangkan situasi yang sedang berlangsung

Jadi selamat menikmati videonya sekaligus belajar tips negosiasi dan storytelling ya!

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.