7

Menentukan Rencana Hidup (Life Plan): Pengalaman Saya dan Bagaimana Anda juga Bisa Melakukannya

Banyak orang sibuk membuat rencana hari pernikahan atau rencana liburan tapi tidak pernah membuat rencana hidup (life plan) mereka. Sudahkah Anda menentukan rencana hidup Anda?

rencana hidup

Menentukan tujuan hidup: Sudahkah Anda melakukannya?

Baru-baru ini saya selesai membaca buku Living Forward karangan Michael Hyatt dan Daniel Harkavy. Bukunya sendiri simpel dan menceritakan tentang pentingnya dan bagaimana cara membuat sebuah life plan.

Life plan di sini yang dimaksud bukan paket asuransi ya, melainkan prioritas dan rencana hidup. Secara simpel mereka mendefinisikan life plan sebagai berikut:

Life plan adalah dokumen pendek tertulis, biasanya sekitar 8 – 15 halaman. Dibuat oleh Anda dan untuk Anda sendiri.
Dokumen ini mendeskripsikan bagaimana Anda ingin dikenang. Menentukan prioritas apa yang penting dalam hidup Anda. Juga memberikan action plan yang jelas untuk membawa Anda dari kondisi sekarang ke kondisi yang Anda inginkan.
Dokumen ini juga bisa Anda ubah dan revisi seperlunya selama hidup Anda.

Itulah dia definisi life plan yang saya kutip langsung dari buku Living Forward. Jikalau Anda masih belum paham kira-kira seperti apa isinya, tenang saja nanti saya berikan penjelasannya lebih lanjut 🙂 Jadi terus saja baca ya!

Mengapa Life Plan itu Penting?

Sering tidak kita sadari dalam hidup kita mengalami sesuatu yang disebut drifting, yaitu kita seperti terseret arus dan akhirnya berada di tempat yang tidak kita ingini. Misalnya saja kita terlalu sibuk bekerja sehingga tanpa kita sadari hubungan dan istri dan anak bertambah renggang, kesehatan juga mulai terganggu.

Seringkali hal ini berlangsung sedikit demi sedikit tanpa kita sadari. Suatu hari baru kita sadari ketika kita sudah jauh berada di tempat yang tidak kita inginkan. Dalam contoh di atas ekstrimnya adalah tiba-tiba istri minta cerai, anak tidak lagi respek atau Anda berakhir di rumah sakit. Tragis kan?

Di sinilah pentingnya membuat sebuah tujuan hidup. Life plan akan bertindak seperti kompas atau GPS yang selalu menunjukkan dan mengingatkan Anda mana arah yang ingin Anda tuju. Ketika senantiasa mencermatinya Anda tidak akan selalu diingatkan tujuan akhir Anda dan tidak akan sampai tersesat.

Pengalaman Saya Membuat Life Plan

Selesai saya membaca buku itu, saya seakan – akan diingatkan. Dalam karir, saya memang sudah membuat goal – goal apa yang akan dicapai dalam satu tahun, tiga bulan dan satu minggu mendatang.

Akan tetapi saya tidak benar-benar menentukan rencana dalam aspek-aspek hidup yang lain,  misalnya saja relasi dengan istri dan anak, tentang kesehatan atau bahkan hubungan dengan Tuhan.

Oleh karena itu akhirnya saya tergerak dan memutuskan “Okay.. ini adalah sesuatu yang penting dan harus dilakukan. Saya juga tidak ingin hidup saya berakhir di tempat yang tidak saya inginkan!” Sesuai anjuran buku akhirnya saya menetapkan satu hari khusus untuk membuat life plan saya.

Lebih komplitnya ini dia semua yang dianjurkan buku untuk membuat life plan Anda:

  • Dedikasikan satu hari penuh
  • Usahakan di tempat yang berbeda dari rutinitas dan bisa menginspirasi
  • Go offline – matikan semua handphone dan koneksi internet
  • Fokus hanya mengerjakan life plan saja

Jadi akhirnya saya membooking satu kamar hotel khusus untuk membuat life plan ini. Bisa Anda bayangkan ketika saya harus minta ijin ke istri “Aku mau stay di hotel satu hari untuk buat life plan.. oh ya waktu itu handphone ku bakal off semua” 

Saya sudah sempat kuatir istri bakal menganggap saya aneh-aneh, untungnya istri bisa mengerti. Dan bahkan mendukung 🙂

Dan ternyata pengalaman satu hari membuat rencana hidup ini benar-benar sesuatu yang mencerahkan. Ini dia beberapa hal yang saya dapatkan:

  • Inilah pengalaman pertama (setelah sekian lama) benar-benar satu hari tanpa internet dan gadget. Rasanya bisa benar-benar tenang dan tidak tergoda untuk mencek handphone
  • Satu hari itu saya hanya fokus mengerjakan satu hal saja yaitu life plan. Hal ini ternyata membuat saya produktif dan bisa selesai tepat waktu
  • Pagi hari saya sempat jalan-jalan di sekeliling hotel, ternyata ada banyak spot indah yang selama ini terlewatkan karena selama ini hanya ke sana menggunakan kendaraan. Berjalan kaki membuat kita menyadari semua keindahan tersebut

Sekarang ini Anda mungkin memiliki pertanyaan “Pak.. tapi seperti apa bentuknya life plan itu? Dan bagaimana cara membuatnya?” Ini dia pencerahannya.

Cara Membuat Life Plan / Rencana Hidup

Secara umum life plan / rencana hidup akan terdiri dari tiga bagian:

  1. How do you want to be remembered – Bagaimana Anda ingin dikenang
  2. Priorities – Hirarki hal apa yang penting dalam hidup Anda
  3. Action plan – Bagaimana menuju ke tempat yang Anda inginkan

Yuk, kita bahas satu persatu masing-masing bagian beserta cara membuatnya.

1) How do you want to be remembered

Di akhir kita semua pasti akan meninggal, tinggal pertanyaannya adalah “Bagaimana Anda ingin dikenang?” Di bagian inilah nanti Anda akan membuat eulogi Anda sendiri.

Notes: eulogi adalah pidato yang diberikan kepada orang yang meninggal untuk mengenang mereka selama hidup

Jadi langkah-langkah membuat bagian ini adalah:

  1. Buat daftar semua orang – orang yang Anda anggap penting dalam hidup Anda
  2. Jikalau Anda meninggal hari ini, tuliskan seperti apa Anda ingin mereka mengenang diri Anda

Berikut adalah contoh yang saya buat untuk bagian customer dan subscriber blog saya (Yup, benar Anda termasuk orang yang penting dalam hidup saya 🙂 )

“Mereka mengenang aku sebagai orang yang memang benar-benar peduli untuk perkembangan dan transformasi dalam diri mereka. Aku murah hati dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman yang kumiliki. Untuk tiap produk atau jasa yang kuberikan, aku akan selalu memberi yang terbaik.”

2) Priorities

Di sinilah tahapan di mana Anda menentukan prioritas akan apa yang benar-benar penting dalam hidup Anda – what matter most

Pertama – tama Anda akan membagi hidup Anda dulu dalam bagian – bagian (dalam buku hal ini disebut dengan life account). Berikut adalah beberapa contoh life account yang sering digunakan orang:

  • Tuhan
  • Pasangan hidup
  • Anak
  • Orang tua
  • Teman / rekan kerja
  • Kesehatan
  • Karir
  • Finansial
  • Rekreasi / petualangan

Anda tidak harus membagi life account persis seperti yang ada di atas, silahkan personalisasi sesuai dengan kondisi Anda.

Setelah itu saatnya Anda menentukan prioritas, mana yang saat itu lebih penting untuk diri Anda. Urutkan dari yang paling penting sampai ke yang kurang penting. Nantinya hal ini akan menjadi seperti skala prioritas untuk diri Anda.

3. Action Plan

Untuk semua life account yang sudah Anda buat di atas, Anda buat action plan-nya. Apa yang bisa Anda lakukan untuk menuju ke arah yang Anda inginkan?

Bagian ketiga ini sendiri terdiri dari beberapa bagian yaitu:

  • Purpose statement: ringkasan singkat tentang apa yang ingin Anda capai
  • Envisioned future: gambaran tentang apa yang terjadi ketika Anda berhasil mencapai apa yang Anda inginkan
  • Inspiring quotes: quote indah yang bisa menyemangati diri Anda
  • Current reality: kondisi nyata Anda sekarang
  • Specific action: hal yang bisa Anda lakukan untuk mengubah kondisi sekarang menjadi kondisi yang Anda inginkan

Saya yakin di bagian ini Anda juga mau contoh 🙂 Jadi, walaupun rencana hidup ini sifatnya personal, akan saya sharingkan demi kepentingan pembelajaran, supaya Anda juga lebih jelas.

Ini adalah life plan saya untuk life account “pengembangan diri”

Purpose Statement:

Aku adalah seorang pembelajar sejati, satu hal yang menjadi passionku dan akan terus menerus kulakukan adalah belajar dan mengajar. Aku juga seorang penikmat kehidupan, aku bisa menikmati hal-hal simpel yang ada dalam dunia ini.

Envisioned Future:

Aku punya banyak waktu untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Aku bisa menghabiskan waktu seharian di tempat-tempat yang eksotik untuk membaca buku dan mengembangkan diriku.

Aku bisa berkeliling tempat-tempat yang indah sambil berjalan kaki menikmati suasana sambil sesekali berhenti di coffee shop untuk menikmati kopi. Tempat ini tidaklah harus sesuatu yang jauh, bisa jadi ini adalah tempat yang ada di kotaku.

Aku juga memiliki waktu untuk Me-time dan melakukan hal yang kusuka. Tidak harus tiap hari, 1 sampai 2x seminggu pun sudah cukup.

Inspiring quotes:

“Live as if you will die tomorrow, learn as if you will live forever” – Mahatma Gandhi

Current Reality:

Aku sudah cukup sering membaca dan belajar akan tetapi tidak benar-benar dilakukan secara teratur. Buku yang dibaca juga sering masih tidak langsung disarikan dan ditindaklanjuti sehingga bisa menjadi bahan pengajaran.

Aku masih jarang mengeksplore dan menikmati tempat-tempat yang ada. Masih belum benar-benar memplanning untuk melakukannya

Specific Actions:

  1. Buat target jumlah buku yang akan diselesaikan (minimal 3 buku dalam sebulan) dan jadwalkan juga waktu untuk membaca dan belajar
  2. Setelah membaca, langsung disarikan dan dibuat action plan materi apa yang akan dijadikan sebagai materi pembelajaran (artikel blog / video / slide)
  3. Buat waktu eksplore tempat yang ada di kota – jadikan satu dengan waktu berjalan – jalan dengan Gwen (nama anak saya)
  4. Jadikan waktu me-time sebagai reward (bisa jadi untuk main game atau nonton film) 30 menit – 1 jam sebanyak 1 – 2x seminggu sudah cukup

Saya membuat hal serupa di atas untuk semua life account yang sudah saya tentukan pada langkah kedua (priorities). Setelah itu jadilah life plan yang komplit, saya tinggal memasang action plan – action plan yang sudah saya buat ke dalam jadwal saya untuk diterapkan lebih lanjut.

Jadi siapkah Anda juga mulai menentukan rencana hidup Anda? Saran saya adalah Anda bisa mendapatkan buku Living Forward ini untuk bisa mengetahui lebih detil lagi prosesnya (bukunya sendiri tidak ada terjemahan Indonesianya). Kalau mau beli musti lewat Amazon atau beli versi kindle-nya.

Atau sebenarnya Anda juga sudah bisa membuat life plan berdasar dari langkah-langkah yang saya uraikan di atas. Tinggal Anda alokasi-kan satu hari saja (tenang, tanpa gadget dan fokus) maka Anda akan memiliki sebuah rencana hidup yang lebih jelas.

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Menginspirasi tulisannya pak David. Saya juga membuat life plan dalam bentuk mind map. Menurut saya memang setiap orang perlu membuatnya sedini mungkin untuk memetakan hidup dan lebih fokus dalam menjalani hidup serta karir.

    • Thank you Ardian.
      Wah hebat sekali sudah memiliki life plan, jarang lo orang yang benar-benar membuat dan memilikinya. Sukses selalu dan semoga tercapai apa yang dicita-citakan ya!

  • fary chubby

    Pak david…
    Bagaimana cara mengatur bawahan & memberikan pengarahan agar dapat meningkatkan kinerja kerja tanpa merasa ada y paksaan atau tekanan…
    Sehingga hal tsb lahir dari kesadaran diri & tanggung jawab seseorang…
    Dan bagaimana agar kinerja kerja tsb tidak terpengaruh dgn orang yg malas sehingga kegiatan & rutinitas yg seharusnya dilakukan dapat berjalan seterusnya,tidak hanya diawal saja…
    Terimakasih…

    • Halo Pak Fary,

      Pertanyaan yang Bapak tanyakan adalah sesuatu yang kompleks, saya coba jawab secara sederhana ya Pak. Supaya bisa termotivasi sendiri ada tiga hal yang musti ada:
      1) Autonomy: mereka memiliki kebebasan dan pilihan tentang cara mereka bekerja
      2) Mastery: ada kesempatan untuk berkembang dan menjadi lebih baik dalam pekerjaan mereka
      3) Meaning: mereka bisa melihat bahwa apa yang mereka kerjakan itu berarti. Untuk yang ini saya ada artikelnya berikut: http://david-pranata.com/rahasia-untuk-membuat-anda-selalu-termotivasi-dengan-pekerjaan-anda/

      Untuk topik ini ada satu buku menarik yang saya sarankan untuk Bapak, judulnya “Drive” karya Daniel Pink, cuma saya tidak tahu apakah ada versi terjemahannya yang Indonesia. Semoga membantu ya Pak

      • fary chubby

        Maaf pak david saya ini perempuan berumur 24 tahun dan belum menikah…
        jadi panggil mba saja,,jangan bapak.
        : )

        • Halo Mba Fary 🙂 kali ini saya salah sangka (padahal sudah membayangkan orangnya yg nanya tinggi besar & berkumis)

          Semoga jawabannya membantu ya!

          • fary chubby

            Terimakasih pak david atas jawabannya,,semoga membantu…