2

Mengapa Kita Merasa Takut Berpresentasi

Ketika mengadakan seminar, training atau talkshow, pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke saya adalah “Bagaimana sih cara mengatasi rasa takut ketika kita akan melakukan presentasi?”

nervous

Saya bisa mengerti mengapa pertanyaan ini sering sekali muncul. Salah satu artikel  yang pernah saya baca menyebutkan bahwa ketakutan untuk berbicara di depan umum menduduki peringkat pertama di dalam daftar hal-hal yang ditakuti oleh orang. Bahkan ketakutan dalam hal ini mengungguli ketakutan akan kematian.

Sebenarnya saya sih kurang setuju dengan artikel ini, karena jika memang benar tentunya angka bunuh diri di universitas dan kantor bakal cukup tinggi. Bayangkan setiap kali ada yang diminta untku melakukan presentasi, tiba-tiba orang yang ditunjuk langsung lari dan lompat dari gedung bertingkat.

Oleh karena itu ada baiknya juga kalau kita mengetahui apa sih sebab kebanyakan orang bisa merasa takut jika hendak berpresentasi. Kalau dipikir-pikir sebenarnya hal ini agak aneh karena sepanjang pengetahuan saya, belum pernah ada orang yang tiba-tiba meninggal karena presentasi.

Ada beberapa sebab mengapa orang merasa takut ketika akan berpresentasi:

1. Takut gagal, ditertawai dan tampak bodoh

Satu hal yang banyak menghalangi orang untuk semakin maju adalah takut gagal. Sebelum berpresentasi orang sudah membayangkan bagaimana nanti kalau di tengah-tengah presentasi saya tiba-tiba lupa, bagaimana kalau ternyata topik saya ini membosankan, bagaimana kalau tiba-tiba laptop saya meledak? Dengan sekian banyak pikiran negatif itu, wajar saja kalau akhirnya sebelum presentasi kita merasa takut. Dan akhirnya malah terjadilah hal-hal yang kita takuti itu.

Jadi, cobalah untuk berteman dengan kegagalan. Jika anda memang sudah melakukan persiapan dengan matang, dan ternyata di tengah-tengah presentasi anda lupa atau laptop anda meledak, ambil saja sisi positifnya. Berarti anda akan punya hal menarik yang bisa anda ceritakan pada teman-teman anda atau bahkan anda gunakan pada presentasi anda yang selanjutnya.

Satu hal lagi yang perlu kita sadari adalah audiens sebenarnya ingin kita berhasil. Saya kita tidak ada orang yang pergi ke suatu acara presentasi dan berharap “Saya ingin nanti seminarnya berlangsung membosankan dan kalau perlu pembicaranya lupa-lupa terus di tengah-tengah presentasinya”. Audiens  berharap bahwa mereka akan mendengarkan presentasi yang menarik, sehingga mereka bisa belajar sesuatu yang baru, terhibur dan terinspirasi karenanya.

2. Sesuatu yang baru

Pernahkah anda belajar menyetir mobil? Ketika pertama kali menyetir apakah anda merasa nervous?

Sudah tentu. Kita merasa takut dan tidak nyaman, segala macam pertanyaan dan kejadian muncul di benak kita waktu itu. Mulai dari bagaimana ini caranya pindahkan persneling, kapan saya musti belokkan setir ini sampai bagaimana kalau saya menabrak rombong bakso di depan. Sekarang ketika anda sudah mahir menyetir, apakah anda masih takut? Sudah tidak lagi kan.

Demikian juga dengan presentasi, pertama-tama kita merasa takut karena hal itu merupakan sesuatu yang baru sehingga kita tidak terbiasa. Presentasi juga suatu aktifitas yang tidak setiap hari kita lakukan, kecuali kalau anda seorang guru atau sales. Jadi wajar-wajar saja ketika di awal-awal anda merasa takut.

Akan tetapi ketika kita sudah melakukannya berulang-ulang kali, lama kelamaan kita akan menjadi terbiasa. Mungkin rasa takut itu tetap ada, akan tetapi intensitasnya sudah jauh berkurang dan dapat kita atasi.

3. Tidak ada atau kurang persiapan

Nah, kalau ini adalah sebabnya mengapa anda takut, maka saya katakan anda memang benar-benar berhak 100% untuk merasa takut. Sebagai seorang presenter sudah merupakan kewajiban kita untuk benar-benar melakukan persiapan dengan matang.

Audiens juga sudah meluangkan waktu mereka yang berharga untuk mendengarkan kita. Setelah presentasi anda berakhir, mereka akan lebih tua 15 menit, 30 menit atau 1 jam tergantung seberapa lama durasi presentasi anda. Audiens akan bisa memaafkan segalah kesalahan, kegagalan yang anda alami ketika anda presentasi kecuali jika anda gagal karena anda tidak/kurang persiapan.

Nah.. setelah anda mengetahui sebab-sebab mengapa orang merasa takut berpresentasi yang saya uraikan di atas, saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan:

“Adakah ada sebab-sebab lain yang menyebabkan anda merasa nervous ketika presentasi?” Anda bisa membagikan jawaban anda dengan meninggalkan komentar di bawah

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.