Cara Menggunakan Cerita untuk Kata Pembuka Presentasi

Cara Menggunakan Cerita untuk Kata Pembuka Presentasi

By David Pranata | Tips Presentasi

Feb 02

Kata pembuka presentasi harus dengan cepat bisa membuat Anda connect dengan audiens sekaligus membuat diri Anda disukai. Cerita adalah satu cara ampuh untuk mewujudkannya.

storytelling

Dari sekian banyak variasi kata pembuka presentasi yang ada, membuka dengan cerita adalah salah satu cara yang saya rekomendasikan. Mengapa? Karena kita semua suka mendengar cerita. Buktinya adalah industri film, TV series dan novel laris manis sampai sekarang.

Sehingga begitu di awal memulai dengan cerita, anda akan langsung mendapat perhatian dari audiens. Anda juga akan cepat connect dengan mereka. Plus dengan cerita akan lebih mudah untuk memunculkan humor yang akan lebih mencairkan suasana.

Cerita seperti apa yang  saya gunakan untuk kata pembuka presentasi?

Untuk kata pembuka presentasi, berikut adalah kriteria cerita yang bisa anda gunakan:

  • Pastikan cerita anda singkat, karena bagian pembukaan hanya berdurasi sekitar 10 – 15% dari total presentasi anda
  • Pastikan cerita berhubungan dengan isi presentasi anda
  • Saya sangat menyarankan bahwa cerita ini berasal dari pengalaman pribadi anda

Silahkan Anda cari cerita yang bisa memenuhi ketiga kriteria di atas. Untuk efek pembukaan yang lebih mantap lagi, anda bisa gabungkan teknik pembukaan cerita ini dengan teknik membuka dengan callback.

Wah.. apa itu maksudnya Pak?

Carilah cerita tentang kejadian unik atau menarik yang terjadi sebelum presentasi anda dimulai. Bisa jadi waktu anda mempersiapkan presentasi, perjalanan ke tempat presentasi atau kejadian di event persis sebelum anda berpresentasi.

Jika anda bisa menggunakan cerita jenis tersebut, maka anda akan cepat sekali connect dengan audiens. Mereka akan tahu pembukaan Anda unik dan dibuat hanya untuk mereka di saat itu. Inilah jenis pembukaan yang akan memenangkan hati audiens di awal-awal presentasi Anda.

Supaya lebih jelas, berikut akan saya berikan contohnya. Ini adalah cerita yang terjadi sebelum saya memberikan seminar di salah satu universitas di Surabaya.

Contoh Pembukaan Cerita: Saya Menjadi Caleg

Sebelum pelaksanaan seminar, panitia meminta foto dan CV saya untuk proses administrasi. Kemudian mereka membuat spanduk selamat datang (dengan ukuran jumbo di depan universitas).

Salah seorang teman saya yang iseng mengambil foto poster ini, menguploadnya di facebook dan men-tag saya. Ini dia fotonya:

poster-seminar

 

Apa yang terjadi sesudahnya? Simak langsung cerita pembukaan presentasi saya berikut (petunjuk: waktu itu adalah masa-masa kampanye caleg)

Sudah sekian kali saya mengajar dan memberi seminar di sini. Tapi kali ini memang benar-benar spesial! (sambil semua audiens bertanya-tanya, emangnya apa sih yang spesial?)

Kemarin waktu si Clarin (panitia) meminta foto saya, tanpa banyak tanya dan komentar langsung saja saya kirimkan. Saya juga tidak ada prasangka sama sekali mau dibuat untuk apa fotonya, paling juga untuk proses administrasi.

Barusan hari Selasa lalu ketika mengajar normal, saya menyadari untuk apa foto tersebut. Ternyata dibuatkan spanduk (buuesaaar lagi), sampai setiap kali lewat di depan spanduk saya menutupi wajah karena malu. Dan ternyata perkembangannya tidak berhenti sampai di situ saja….

Seorang teman saya yang iseng memotret spanduk tersebut, mengupload ke facebook dan men-tag saya.

Komentar teman-teman pun mulai berdatangan.

Dan karena foto di facebook berukuran kecil sehingga tulisan relatif sulit terbaca. Inilah yang mereka katakan:

“Lo… Pak David nyaleg ya!”
“Wah.. keren banget. Saya siap nyoblos”
“Pak David mewakili partai apa?”

(di sini hampir semua audiens sudah tertawa)

Dan ini jawaban saya atas komentar mereka: “Terima kasih atas dukungan Bapak Ibu sekalian, saya akan siap memperjuangkan aspirasi anda” (peserta tertawa lagi)

Sehingga terima kasih kepada jurusan dan panitia seminar yang sudah mengilhami saya, ternyata dari testing secara tidak sengaja ini, saya mendapatkan dukungan cukup banyak untuk menjadi caleg. Mungkin dalam pemilu mendatang akan saya pertimbangkan untuk benar-benar ikut nyaleg” (peserta lagi-lagi tertawa)

Okay kalau begitu mari segera kita mulai acara pencobloson kita hari ini…. Ehh, maaf maksud saya acara seminar kita sore hari ini.

Di awal pembukaan itu saya berhasil membuat audiens tertawa 3 kali di awal, sebuah modal yang sangat bagus untuk memasuki isi presentasi. Cerita ini membuat saya cepat sekali connect dengan audiens, mereka akan menyadari bahwa pembukaan ini sangatlah unik dan spesial untuk mereka. Saya tidak akan bisa melakukan pembukaan ini di sesi atau event lainnya.

Jadi, sebelum anda berpresentasi, temukanlah cerita yang sekiranya menarik sehubungan dengan event atau acara tersebut. Bisa jadi cerita ini terjadi ketika anda mempersiapkan materi, perjalanan menuju lokasi atau kejadian persis sebelum event dimulai.

Jikalau anda meramunya menjadi cerita pembuka, maka efeknya akan dahsyat sekali. Silahkan mencoba!

 

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.