Tiga Langkah Membangun Relasi dan Mendekatkan Hubungan

Jikalau anda ingin membangun relasi atau hubungan lebih baik dengan orang lain (entah itu teman, rekan bisnis atau bahkan calon pasangan hidup), berikut adalah tiga langkah yang bisa anda lakukan.

membangun-relasi

Salah satu cara supaya hubungan dengan orang lain bisa menjadi lebih dekat adalah dengan berani membuka diri. Ketika salah satu pihak masih belum bisa membuka diri maka akan sangat sulit untuk menjalin relasi yang lebih baik.

Selain untuk membina dan meningkatkan relasi, membuka diri juga baik untuk pihak yang melakukannya. Adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia untuk bisa mengekspresikan dan mengungkapkan apa yang dia pikir dan rasakan.

Inilah sebuah kualitas yang oleh Brene Brown dalam bukunya Daring Greatly disebut sebagai vulnerability. Untuk menjadi vulnerable (agak susah menemukan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia), maka kita bisa mulai membuka diri dan mengekspresikan diri kita apa adanya. Di situlah hubungan dan relasi akan mulai terbentuk.

In order of connection to be happen, we have to allow ourselves to be seen, really seen – Brene Brown –

Menjadi vulnerable berarti memiliki keberanian untuk bercerita tentang diri anda dengan sepenuh hati. Keberanian untuk mengungkapkan ketidaksempurnaan anda. Ketika anda melakukan ini orang lain akan bisa connect karena diri anda yang otentik.

Nah.. sekarang akan saya bagikan bagaimana tiga langkah membuka diri. Untuk menjadi lebih dekat dengan orang lain maka anda harus melalui tiga langkah berikut ini.

Berbagi hal-hal yang sifatnya data / informasi

Ini adalah tahapan yang paling mendasar, ketika anda bertemu dengan orang lain umumnya pasti sudah melakukan hal ini. Berikut adalah contoh-contoh pernyataan di dalam tahapan ini:

“Hobby saya membaca buku dan pergi mengunjungi tempat yang baru.”
“Saya bekerja sebagai akuntan di PT. XYZ, sayalah yang bertanggung jawab mengurusi pembukuan mereka.”
“Film favorit saya adalah serial televisi Doraemon.”

Nah.. bisa anda cermati, contoh-contoh di atas adalah contoh anda berbagi informasi tentang diri anda. Ciri-ciri tahapan ini adalah anda bisa melakukannya tanpa banyak berpikir, karena memang datanya sudah ada. Anda tinggal mengungkapkannya saja. Pada tahapan ini juga hampir tidak ada resiko ketika anda mengekspresikan diri anda.

Berbagi opini atau pendapat

Tingkatan berikutnya adalah ketika anda mulai bisa berbagi opini atau pendapat yang anda miliki. Berikut adalah contoh-contoh pernyataannya:

“Menurut saya, sistem pendidikan di sekolah ini perlu dirombak karena….”
“Bagi saya, peserta nomor tiga tadi seharusnya yang layak menjadi juara, karena…”
“Jika saya cermati, apa yang kita lakukan selama ini sudah bagus, karena…”

Contoh-contoh di atas adalah situasi di mana anda bisa membagikan opini, pandangan dan pendapat anda. Dalam melakukannya, tentunya anda lebih membutuhkan proses berpikir dan menganalisa. Resiko mengekspresikan diri juga mulai timbul, terlebih jika ternyata lawan bicara tidak sependapat dengan apa yang anda sampaikan.

Berbagi perasaan

Inilah tahapan di mana anda bisa berbagi apa yang anda rasakan (hubungannya dengan feeling / emosi). Inilah tahapan di mana sebenarnya bisa disebut anda menjadi vulnerable. Berikut adalah contoh-contohnya:

“Saya sebenarnya kecewa ketika akhirnya tidak jadi terpilih di tim yang akan belaga.”
“Saya bangga sekali ketika nama saya tadi disebut oleh boss di acara penganugerahan hadiah”
“Saya sering merasa cemburu ketika melihat adik saya yang masih kecil”

Contoh-contoh di atas semua melibatkan hal-hal yang berhubungan dengan perasaan. Contoh ketiga adalah contoh nyata yang disampaikan oleh seorang mahasiswa saya ketika berpresentasi perkenalan diri. Dalam sekejab saja dia bisa cepat connect dengan teman-teman yang lain karena hal ini.

Berikut tadi adalah tiga tahapan yang bisa anda lakukan untuk membangun relasi dan mendekatkan hubungan anda dengan orang lain.

Selamat mempraktekkan! Semoga bisa membuat hubungan anda dengan orang – orang yang anda anggap penting dalam hidup anda menjadi lebih baik.

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.