KEYWORDS – Cara Membuat Poin Penting Presentasi Anda Melekat di Benak Audiens

By David Pranata | Tips Presentasi

Aug 31

Baru beberapa saat berlalu dan audiens sudah lupa isi presentasi Anda? Pastikan hal tersebut tidak terjadi lagi setelah menerapkan teknik ini!

Keywords – membuat poin penting melekat di benak audiens

Sebelum Anda lanjut membaca perlu saya informasikan bahwa keywords ini adalah micro skill kedua yang biasa saya bagikan pada peserta workshop. Untuk mengetahui apa itu micro skill sekaligus belajar micro skill pertama (Numbering) bisa simak terlebih dahulu artikel di link berikut.

Background Micro Skill ini

Tujuan utama dari presentasi adalah mengkomunikasikan pesan yang bisa dimengerti dan diingat oleh audiens. Ini adalah esensi yang paling penting, bahkan lebih penting dibanding tampil menarik dan menawan.

Meskipun presentasi Anda menarik, audiens sampai tertawa – tawa akan tetapi jika mereka tidak paham dan tidak ingat apa yang Anda sampaikan, menurut saya ya tetap saja presentasinya tidak mencapai tujuan.

Harapannya adalah ketika Anda ingin menyampaikan “A dan B”, maka yang diterima audiens juga “A dan B” (bukannya “B dan C” atau bahkan “C dan D”). Kelihatannya ini adalah hal yang simpel, akan tetapi banyak orang yang gagal melakukannya.

Contoh dari pengalaman saya sebagai trainer. Di awal training presentasi yang saya bawakan, saya memberikan satu exercise sederhana dalam bentuk presentasi perkenalan. Di sini peserta diminta untuk berbagi tentang 2 hal menarik dari diri mereka.

Ini praktek pertama di training Speak with Power

Kelihatannya mudah bukan? Akan tetapi cukup banyak juga peserta yang gagal. Lah.. bagaimana gagalnya Pak?

Seusai peserta presentasi maka saya akan melakukan sampling beberapa audiens dengan bertanya pada mereka “Apa dua hal menarik dari Pak A yang barusan saja presentasi tadi?” Tidak jarang inilah respon yang saya dapat…

  • Umm… apa ya tadi (sambil menampilkan wajah kebingungan)
  • Menjawab hal yang bahkan sama sekali tidak disampaikan oleh presenter
  • Menjawab yang hanya nyerempet saja, misal: peserta mengatakan bahwa dia adalah “pecinta alam” akan tetapi audiens mengatakan dia “hobby hiking”

Sekali lagi hal ini cukup sering saya jumpai. Dan ini terjadi pada presentasi dengan topik sederhana (perkenalan diri) dengan durasi singkat (2 menit). Jadi Anda bisa bayangkan jika topik presentasinya kompleks dengan durasi presentasi yang panjang.. pasti lebih kacau lagi hasilnya.

Mengapa Hal Tersebut Terjadi?

Kegagalan penyampaian pesan ini bisa terjadi karena presenter tidak memiliki kejelasan akan poin penting yang ingin mereka sampaikan. Jika dari presenternya sendiri tidak jelas apa yang ingin dia sampaikan, apalagi audiens penerima pesannya.

Seringkali mereka juga menggunakan kalimat yang panjang sehingga audiens harus menerka – nerka bagian mana yang menjadi poin yang ingin disampaikan. Berikut adalah contoh nyata dari masalah ini.

Contoh Presentasi (Tanpa Kata Kunci)

Misal saja Anda ingin mengkomunikasikan hal menarik tentang diri Anda yaitu: pecinta musik rock. Saat menyampaikannya inilah yang Anda katakan:

“Hal menarik pertama tentang diri saya adalah dari sejak kecil saya dibesarkan di keluarga yang suka musik, dari situ saya terekspos dari sekian banyak jenis musik, mulai dari bapak saya yang suka keroncong, ibu yang suka dangdut sampai dengan kakak yang suka musik rock. Dari situlah kecintaan saya pada musik mulai tumbuh. Kakak-lah yang akhirnya memegang pengaruh penting saya akhirnya ikut jatuh cinta menjadi pecinta musik rock.”

Saat Anda menyampaikan hal di atas, audiens mungkin masih kebingungan, sebetulnya poin apakah yang ingin Anda sampaikan, apakah itu:

  • Keluarga Anda adalah pecinta musik semua
  • Anda mengenal musik dari usia kecil
  • Kakak Anda lah yang mempengaruhi selera musik Anda
  • Anda pecinta musik rok

Itulah beberapa interpretasi yang bisa didapat audiens dari kalimat yang Anda sampaikan. Mereka masih meraba – raba manakah hal utama atau poin penting yang sebenarnya ingin Anda sampaikan.

Jadi bagaimana mengatasi hal ini? Saya perkenalkan kepada Anda micro skill Keywords.

KEYWORDS – Micro Skill #2

Micro skill keywords artinya Anda akan membuat kata kunci dari hal yang ingin Anda sampaikan. Kata kunci ini berisi poin penting yang memang ingin Anda sampaikan dan tekankan pada audiens. Harapannya adalah jika audiens lupa semua isi presentasi Anda, paling tidak mereka masih ingat kata kunci ini saja.

Beberapa tips supaya kata kunci ini powerful adalah:

  • Buat kata kunci ini singkat (1 s/d max 4 kata saja)
  • Letakkan kata kunci ini persis setelah numbering
  • Waktu menyampaikan berikan penekanan secara intonasi
  • Jika Anda menggunakan slide, tampilkan juga kata kunci ini di slide

Untuk lebih jelasnya, saya akan berikan dalam contoh presentasi di atas:

Contoh Presentasi (dengan Kata Kunci)

Skenarionya masih sama yaitu Anda ingin mengkomunikasikan bahwa Anda adalah pencinta musik rock. Berikut adalah draft presentasi Anda.

“Hal menarik pertama dari diri saya adalah PECINTA MUSIK ROCK. Sejak kecil saya dibesarkan di keluarga yang suka musik, dari situ saya terekspos dari sekian banyak jenis musik, mulai dari bapak saya yang suka keroncong, ibu yang suka dangdut sampai dengan kakak yang suka musik rock. Dari situlah kecintaan saya pada musik mulai tumbuh. Kakak-lah yang akhirnya memegang pengaruh penting saya akhirnya ikut jatuh cinta menjadi pecinta musik rock.”

Kalau Anda cermati draft tersebut mirip sekali dengan yang versi sebelumnya, bedanya hanya ada tambahan “pecinta musik rock” di awal. Walaupun hanya sedikit perbedaannya secara draft, akan tetapi efek kejelasan (clarity) yang ditimbulkan sangatlah besar.

Audiens sekarang mengerti dengan jelas bahwa poin penting yang Anda tekankan adalah “pecinta musik rock“. Hal ini juga diperkuat dengan:

  • Menempatkan poin penting / kata kunci (“pecinta musik rock”) di awal sesudah numbering (“pertama”)
  • Saat saya cetak kata pecinta musik rock dengan huruf besar artinya saat menyampaikan Anda beri penekanan dalam hal intonasi suara

Wahh… ternyata mudah sekali ya Pak? Ya memang. Untuk itulah mengapa teknik – teknik yang saya bagikan ini saya sebut dengan micro skill. Menerapkannya sangatlah sederhana dan mudah. Anda bisa langsung melakukannya saat ini juga.

Akan tetapi dampaknya luar biasa.

Saat peserta workshop saya bagikan micro skill keywords ini dan mempraktekkannya maka ketika ditest, 100% audiens bisa mengingat dan menyebutkan dengan tepat poin penting yang dimaksud.

Jadi selamat mempraktekkan teknik keywords ini! Audiens akan lebih mudah mengetahui dan mengingat pesan penting yang ingin Anda sampaikan. Simak pula artikel – artikel blog mendatang di mana saya akan berbagi lebih lanjut tentang micro skill – micro skill berikutnya yang akan semakin memperkuat kejelasan pesan Anda

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang trainer dan writer. Harapan saya adalah blog ini mampu menbantu Anda mengkomunikasikan keinginan, kebutuhan dan perasaan dengan jelas dan percaya diri - "Speak & Express What Matter Most"