Apa yang Saya Pelajari dari Menulis dan Merilis Buku Speak with Power

By David Pranata | Lain-lain

Sep 04

Seperti yang anda ketahui, akhir bulan Juli lalu buku pertama saya “Speak with Power” akhirnya berhasil dirilis juga. Nah, bagi anda yang bercita-cita untuk menulis dan menerbitkan buku, ini dia hal-hal yang saya pelajari dari prosesnya.

Jpeg

Buku Speak with Power di Toko Buku

Untuk proses menulis buku ini sendiri saya membutuhkan waktu dua tahun lebih. Bukan karena untuk menulis buku butuh waktu selama itu, akan tetapi lebih karena saya sering malas sehingga prosesnya tertunda-tunda ­čÖé

Seperti yang pernah saya uraikan di artikel ini, memang tidak mudah untuk membuat diri kita termotivasi setiap hari, apalagi untuk project yang sifatnya tidak urgent dan membutuhkan waktu panjang. Seringkali ketika ada hal yang dirasa lebih urgent aktivitas menulis jadi dikesampingkan.

Belum lagi jika setelah dibaca ulang dan direview, saya merasa bahwa ada beberapa hal yang bisa diperbaiki terutama dalam hal isi dan struktur. Dalam proses penulisannya saya sudah beberapa kali mengubah struktur bab yang ada sehingga nantinya alur buku lebih enak untuk dibaca dan dipahami.

Dari pengalaman saya menulis dan merilis buku, inilah tiga hal yang bisa saya bagikan ke anda. Siapa tahu suatu saat anda juga ingin menulis dan menerbitkan buku anda sendiri:

1. Menulis Buku Sangat Bermanfaat untuk Personal Branding Anda

Begitu buku anda sudah terbit, orang akan memulai mempersepsikan diri anda sebagai seorang expert / ahli di bidang yang anda geluti. Mereka menganggap bahwa berhasil menulis dan menerbitkan buku adalah sesuatu yang wahh (walaupun mereka belum tahu seperti apa isi buku-nya).

Oleh karena itu begitu buku diterbitkan, saya banyak menerima ucapan selamat dari teman dan saudara (bahkan beberapa dari mereka berkata siap untuk membelinya ­čÖé ). Haha.. bandingkan hal ini dengan ketika saya merilis produk online course saya, sama sekali tidak ada yang memberi ucapan selamat kepada saya.

2. Gunakanlah Buku Sebagai Media Marketing Anda

Selain sebagai sarana untuk berbagi apa yang menjadi pengetahuan dan pengalaman anda, buku juga bisa menjadi alat marketing anda. Jaringan yang dimiliki oleh penerbit dan toko buku akan membantu memasarkan buku anda sampai ke seluruh daerah dan kota yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu pastikan bahwa konten dari buku anda bagus dan bermanfaat. Jika konten buku anda biasa-biasa saja, maka fungsi ini tidak akan tercapai. Ada satu quote dari David Ogilvy, pakar advertising yang sangat cocok untuk menggambarkan hal ini:

Great marketing only makes bad product fail faster – David Ogilvy

Yang artinya kurang lebih adalah: jika anda memiliki strategi pemasaran yang hebat, akan tetapi kualitas produk anda buruk maka yang terjadi produk anda akan gagal lebih cepat. Haha.. karena yang lebih cepat tersiar kabarnya adalah tentang kualitas produk yang buruk.

Oleh karena itu saya tekankan sekali lagi, pastikan produk atau buku anda memiliki konten yang baik. 

Lalu apa yang saya marketingkan melalui buku saya Pak?

Dalam situasi saya, tentu saja saya akan mengenalkan produk atau jasa yang saya miliki. Akan sayang sekali jika seorang pembaca yang sudah mendapatkan manfaat dari buku akhirnya loss contact dengan anda. Oleh karena itu tentukan langkah selanjutnya yang bisa dilakukan pembaca setelah selesai membaca buku anda.

Langkah selanjutnya ini bisa jadi bergabung ke website atau sosial media anda, atau bahkan berinvestasi di produk atau jasa anda yang lainnya. Dengan ini anda akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk tetap bisa terhubung dan  mendapat manfaat dari anda.

3. Anda juga Harus Ikut Menjual dan Mempromosikan Buku Anda

Menurut pendapat pribadi saya, sebagai penulis kita tidak bisa menulis saja dan setelah itu menyerahkan segala-galanya ke penerbit dan toko buku yang akan memasarkan buku kita. Mengapa demikian?

Karena jumlah buku yang beredar dan diterbitkan buaanyaak sekali. Coba saja anda ke toko buku, maka akan ada ribuan buku yang semuanya seakan-akan berteriak untuk berebut perhatian anda. Anda mau buat cover sekreatif apapun atau dengan pilihan warna apapun akan tetap sulit untuk merebut perhatian dari calon pembaca.

Jadi kesimpulannya.. anda tidak bisa murni hanya mengandalkan toko buku saja untuk menjual dan mempromosikan buku anda. Sebagai pengarang, anda jugalah yang harus ikut mempromosikan buku anda.

Oleh karena itu, saya bersyukur kalau akhirnya sampai membutuhkan waktu dua tahun lebih untuk menyelesaikan buku saya. Pada waktu dua tahun itu sembari menulis buku, saya membangun blog ini dan mendapatkan ribuan subscriber. Ketika buku akhirnya dirilis, sudah ada banyak calon pembaca yang siap membeli buku.

Oleh karena itu saran saya sembari anda menulis buku bangunlah juga audiens anda. Paling tepat anda melakukannya melalaui website / blog atau bisa juga melalui channel sosial media yang anda miliki.

Nah.. kurang lebih itu adalah hal-hal yang bisa saya sharingkan dari pengalaman menulis dan merilis buku saya yang pertama. Jika anda ingin mendapatkan gambaran kurang lebih seperti apa hasil akhirnya, anda bisa mengambil free ebook yang berisi dua bab pertama buku Speak with Power melalui link ini.

Atau jika anda langsung ingin mendapatkan versi cetak dan komplitnya, bisa langsung mengunjungi link berikut ini.

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang trainer dan writer. Harapan saya adalah blog ini mampu menbantu Anda mengkomunikasikan keinginan, kebutuhan dan perasaan dengan jelas dan percaya diri - "Speak & Express What Matter Most"