Dunning Kruger Effect & Other Stories – kompilasi tips presentasi komunikasi receh Feb 2024

By David Pranata | Tips Komunikasi

Feb 12

Berikut adalah kompilasi tulisan singkat yang saya terbitkan di social media. Episode kali ini isinya adalah tips – tips singkat seputar komunikasi dan presentasi (yang bikin Anda tambah jago ngomong)

Artikel #1 “Nahh…. ya”

Ada kata yang sering banget terulang ketika saya membawakan presentasi, sehingga bisa dikatakan itu kata tersebut menjadi kata favorit saya.

Dan kata – kata itu tidak lain adalah “Nahh…. yaa”

Saya punya kebiasaan untuk memulai kalimat dengan “Nah..” dan mengakhiri dengan “.. ya”. Saking banyaknya sampai menurut saya hal ini cukup menganggu. Saya baru sadar ketika mendengarkan suara sendiri saat membawakan materi. Setelah itu saya memutuskan untuk mau menghilangkan atau mengurangi kata – kata favorit tersebut. Masa tiap kali berbicara sedikit – sedikit “Nahh…. ya”. Hanya saja menghilangkan kebiasaan yang sudah tertanam ternyata tidak mudah.

Mengubah sesuatu yang sudah kita lakukan berulang – ulang tanpa kita sadari itu tidak mudah. Kita sudah melakukannya secara otomatis (atau istilah kerennya sudah terprogram ke dalam subconscious mind). Jadi untuk mengubah ini saya harus menaikkan kesadaran (awareness). Lebih menyadari tiap perkataan yang terucap dan secara sadar berusaha mengurangi kata – kata “Nahh.. ya”

Butuh kesadaran untuk berubah dan waktu untuk akhirnya berhasil menghilangkan dan mengurangi kebiasaan ini, tapi akhirnya sekarang bisa lebih berkurang.

Tips yang sama bisa diterapkan bagi Anda yang ketika presentasi sering terucap kata “Eeee…. Ehhmmm…” ataupun Anda yang memiliki kebiasaan buruk lain yang ingin Anda ubah.

Kuncinya adalah tingkatkan kesadaran (awareness) Anda, sehingga Anda sadar saat melakukan kebiasaan tersebut. Setelah itu dengan kesadaran Anda gantikan atau hentikan kebiasaan tersebut. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Artikel #2 Sederhana Tapi Ada Ilmunya

Setiap kali membawakan training komunikasi, saya selalu mengawali dengan menyampaikan “Komunikasi adalah satu hal yang kita lakukan tiap hari. Tiap hari kita berinteraksi dengan orang lain. Kita bicara, mendengar, membaca atau menulis (eh salah di jaman skrg tidak lagi menulis tapi mengetik).”

Karena komunikasi ini sudah tiap hari kita lakukan, maka sering kita jadi menganggap remeh. “Halahh.. tiap hari kan sudah berkomunikasi, emangnya apa lagi yang bisa dipelajari?”

Teman – teman.. di balik hal yang kelihatannya sederhana dan biasa kita lakukan, tetap ada tips, trik dan langkah – langkah efektif untuk menguasai skill tersebut. Tanpa mengetahui tips, trik dan langkah yang tepat maka skill yang kita miliki tidak akan maksimal.

Jika komunikasi terkesan sebuah skill sederhana, maka saya ada contoh skill lain yang lebih sederhana.

Contoh yang pertama adalah skill berlari.

Tiap orang bisa berlari bukan? Bisa donk Pak.. apalagi jika dikejar oleh anjing galak, pasti lebih kencang larinya. Tiap orang bisa berlari. Tapi apakah skill berlari Anda bisa mengantarkan Anda untuk mampu mengikuti maraton atau lomba sprint 100 meter? Jawabannya adalah “Tidak”. Untuk bisa melakukan hal tersebut, Anda harus belajar teknik berlari yang tepat.

Contoh yang kedua lebih sederhana lagi, yaitu bernafas.

Tiap orang bisa bernafas? Bisa donk Pak.. kalau tidak, saya sudah tidak lagi berada di dunia ini.Tiap orang bisa bernafas. Tapi untuk bernafas dengan baik dan benar demi menunjang kesehatan dan performa, kita perlu belajar caranya.

Saya bahkan belajar dengan ikut workshop cara bernafas. Namanya Buteyko breathing, yang mengajar adalah guru dan teman saya Pak Gobind. Hasilnya.. luar biasa, sekarang saya hampir gak pernah yang namanya radang tenggorokan atau batuk pilek. Memberi training selama berhari – hari nonstop juga lebih kuat berkat teknik bernafas ini.

Nah.. inti tulisan singkat ini adalah jika Anda ingin menguasai sesuatu maka belajarlah tips, trik dan langkah – langkahnya. Sesuatu bisa terlihat sederhana, tapi semua itu ada ilmunya.

Artikel #3 Semua Berpola

Seringkali sebelum training saya mengadakan meeting dengan calon klien untuk mengetahui dengan pasti permasalahan, kebutuhan dan tujuan diadakannya pelatihan. Saat sesi meeting ini banyak klien bercerita bahwa kondisi yang mereka hadapi itu unik. Mereka berkata bahwa situasi mereka unik karena jenis industri, sistem, profil peserta atau berbagai hal lainnya.

Di saat itu saya akan duduk, mencatat dan menganalisa semua hal yang disampaikan oleh klien.

Akan tetapi setelah menjalani profesi sebagai trainer selama lebih dari 10 tahun dan membawakan sekian banyak sesi training, saya mulai melihat bahwa banyak hal sebenarnya berpola. Misal saja:

  • Masalah yang dihadapi berbagai macam industri terkait komunikasi sebenarnya mirip – mirip
  • Kendala atau kesalahan yang dihadapi orang saat presentasi juga kurang lebih sama
  • Sikap dan tingkah laku orang saat menjalani sesi game akan mengikuti sebuah pola dan bisa diprediksi

Semua berpola

Suatu masalah atau kondisi yang kita kira unik dan hanya kita saja yang mengalami ternyata sebenarnya adalah sesuatu yang umum terjadi. Ada orang lain yang juga mengalami kondisi atau tantangan yang kita hadapi.

Dan berita baiknya adalah…

Jikalau segala situasi, kondisi dan masalah yang kita hadapi mengikuti pola tentunya ada juga pola yang bisa kita ikuti untuk keluar dan mengatasi masalah tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah mencari mentor atau belajar dari orang yang sudah mengetahui pola tersebut.

Jadi intinya adalah.. masalah kita tidak unik. Ada orang lain yang juga mengalami, ada polanya. Demikian juga dengan cara mengatasinya, ada pola yang bisa kita pelajari. Ada jalan keluar.

Artikel #4 Hitam atau Putih

Dalam melihat suatu masalah atau memandang orang lain, kita suka melihat sesuatu sebagai hitam atau putih. Murni dualitas. Baik atau buruk.
Padahal di antara hitam dan putih masih ada sekian banyak warna lain.

Hitam atau putih – begitulah kita memandang sesuatu

Mungkin kita kebanyakan nonton film superhero di mana batasan hitam dan putih sangatlah kentara. Tokoh penjahat sering digambarkan benar – benar hitam, misalnya saja pingin menghancurkan dunia, tanpa belas kasihan, kejam bukan main (sudah begitu wajahnya nyeremin lagi). Sebaliknya untuk tokoh super hero digambarkan sebagai pribadi yang baik hati, tulus, rela berkorban (plus ganteng dan atletis lagi).

Sehingga akhirnya kita dengan mudah memutuskan untuk memihak siapa.

Hal ini tampaknya kita lakukan juga dalam kehidupan sehari – hari. Jika ada seseorang yang tidak kita sukai (misal saja lawan jagoan capres Anda), maka Anda akan melihat dan mempersepsikan dia sebagai pribadi yang benar – benar hitam (nggak ada baik – baiknya sama sekali). Kalau bisa dia itu orangnya koruptor, haus kekuasaan, nggak kompeten (sudah begitu wajahnya jelek lagi).

Mengapa ini kita lakukan? untuk mempermudah kita mengambil keputusan. Jika sesuatu itu murni hitam atau putih, mudah sekali bagi kita untuk memutuskan.

Hanya saja dunia tidak seperti itu. Ada sekian banyak warna lain di antara hitam dan putih. Tidak ada manusia yang sempurna. Yang kita anggap tidak baik pun sebenarnya juga punya hal – hal positif. Tujuan tulisan ini cuma menyadarkan kita semua akan hal itu.

Artikel #5 Dunning Kruger Effect

Waktu Anda baca judul tulisan di atas, mungkin yang pertama terlintas dalam benak Anda adalah “Istilah apa lagi itu? Aneh sekali dan terdengar rumit.” Istilah Dunning Kruger Effect ini sendiri barusan saya ketahui saat membaca buku “Misbelief” karya terbaru dari professor Dan Ariely, salah seorang penulis favorit saya.

Pepatah Jawa yang menggambarkan Dunning Kruger Effect

Jika istilah “Dunning Kruger Effect” terdengar rumit untuk Anda, saya punya satu kata bahasa Jawa yang bisa merepresentasikan fenomena ini. Kata tersebut adalah “KEMINTER”. Sering kali kita menganggap diri kita tahu banyak tentang suatu hal, padahal sebenarnya pengetahuan kita masih minim.  Fenomena ini sering terjadi justru ketika kita hanya tahu sekilas atau sekelumit saja tentang suatu hal. Mengapa demikian?
Karena jika kita benaran tahu banyak akan suatu topik, maka kita juga sadar bahwa kita memang expert di bidang itu. Kita tahu bahwa kita tahu. Bagi saya contoh dalam hal ini adalah public speaking. Saya tahu banyak tentang topik ini dan saya sadar akan hal itu.
Atau jika kita tidak tahu akan suatu topik, maka kita juga sadar bahwa kita memang tidak tahu. Kita tahu bahwa kita tidak tahu. Bagi saya contoh dalam hal ini adalah teknik menyanyi. Saya tahu dan sadar bahwa saya sama sekali buta tentang bernyanyi.
Nah, yang bahaya adalah justru ketika kita hanya tahu setengah – setengah atau sedikit tentang suatu topik. Biasanya kita salah persepsi tentang seberapa banyak kita tahu. Kita jadi terlalu percaya diri. Kita mengira tahu banyak, padahal sebenarnya kita tidak tahu.
Inilah yang fenomena sering terjadi saat ini. Orang hanya tahu sekelumit saja tentang suatu masalah (misal saja: kondisi politik), akan tetapi mereka mulai beropini dan berpendapat layaknya seorang pakar yang mengerti banyak hal. Alias keminter (berlagak pandai).
Jadi apa pesan moral tulisan kali ini? Sering kali diam atau berkata “Saya tidak tahu” lebih berharga dibanding memberikan pendapat yang ngawur atau keminter. Saya akan tutup tulisan ini dengan quote dari Alexander Pope berikut yang bisa menggambarkan fenomena ini “A little learning is a dangerous thing”
Jadi, demikianlah beberapa kompilasi tips singkat seputar presentasi dan komunikasi awal Februari ini. Ditunggu yang berikutnya ya!

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang trainer dan writer. Harapan saya adalah blog ini mampu menbantu Anda mengkomunikasikan keinginan, kebutuhan dan perasaan dengan jelas dan percaya diri - "Speak & Express What Matter Most"