Pengakuan Akhir Tahun Saya

By David Pranata | Lain-lain

Dec 29

Halo Pembaca, di artikel terakhir tahun 2015 ini, saya ingin membuat sebuah pengakuan. Semoga Anda tidak kaget atau berprasangka yang tidak-tidak ­čÖé Jadi ini dia pengakuan saya.

Pengakuan akhir tahun saya

Saya yakin sekarang Anda sudah mulai penasaran dan bertanya-tanya. Dalam benak Anda mungkin berpikir “Memangnya apa yang Pak David lakukan sampai mau buat pengakuan. Jangan-jangan…..”

  • Pak David pernah mencuri ayam tetangga
  • Pak David mau melarikan uang saya (walau setelah itu sadar kalau untuk mengakses blog ini Anda tidak perlu bayar)
  • atau Pak David pernah melakukan tindakan kriminal yang lain

Tenang saja… saya tidak sedang melakukan tindakan kriminal kok (walaupun sekali dua kali ya pernah melanggar peraturan lalu lintas). Pengakuan saya ini berhubungan┬ádengan blog ini dan konten yang Anda dapatkan. Supaya tidak tambah penasaran, ini nih ceritanya.

Bagaimana Pengakuan Ini Bermula

Mendekati akhir tahun ini, load pekerjaan saya sudah mulai berkurang. Mengajar kuliah sudah usai, training terakhir juga sudah saya selesaikan di pertengahan Desember lalu. Rencananya┬áakhir tahun saya akan pulang kampung ke Kudus (horee… besok saya akan pulang kampung).

Di masa-masa liburan seperti ini, saya banyak menghabiskan waktu luang dengan membaca buku. Salah satunya adalah dengan membaca ulang buku Confession of a Public Speaker karya Scott Berkun. Dari sekian banyak buku public speaking yang ada, buku ini adalah buku favorit saya.

Membaca ulang buku ini jadi membuat saya bertanya kepada diri saya sendiri:

Mengapa saya benar-benar menyukai buku ini? (sehingga sampe dibela-belain dibaca ulang)

Jawabannya adalah karena buku ini banyak memuat cerita, pengalaman pribadi dan disertai dengan humor. Bahkan penulis juga banyak bercerita tentang kegagalan dan nasib sial yang dia alami. Dia benar-benar terbuka dan menunjukkan vulnerability-nya. Itu adalah alasan utama mengapa akhirnya Confession of a Public Speaker menjadi buku favorit saya.

Gaya seperti itulah yang ingin saya jadikan sebagai role model (baik dalam membuat artikel, menulis buku atau berpresentasi). Saya ingin tulisan dan presentasi saya banyak berisi cerita, pengalaman dan humor dari apa yang saya alami sendiri.

Saya ingin berbagi kesalahan, kegagalan dan rasa frustasi saya supaya Anda sebagai pembaca juga bisa belajar banyak dari apa yang saya alami. Saya juga yakin dengan membagikan hal-hal tersebut saya akan bisa lebih connect ke pembaca atau audiens saya.

Dan Ini Pengakuan Saya…

Sambil membaca buku tersebut saya berefleksi dengan mencermati tulisan-tulisan saya sendiri akhir-akhir ini (dan langsung merasa agak sedih ­čÖü ). Akhir-akhir ini porsi cerita, pengalaman dan humor-nya tambah lama tambah berkurang, yang lebih banyak adalah artikel “How-to” (tentang tips atau cara melakukan sesuatu).

Tentu saja tidak ada yang salah dengan artikel tipe “How-to”, akan tetapi akan lebih baik jika di dalamnya diberikan juga cerita, pengalaman dan humor. Saya yakin hal tersebutlah yang akan membuat sebuah artikel, tulisan atau presentasi menjadi lebih menarik dan unik.

Tiap orang bisa memberikan tips, trik dan teknik, akan tetapi yang membedakan satu dengan yang lain adalah cerita dan pengalaman pribadi. Inilah hal yang tidak bisa ditiru dan menjadi ciri khas dari seorang penulis atau pembicara.

Jadi mengapa hal ini bisa terjadi ya? Berikut pengakuan saya ­čÖé

1. Akhir-akhir ini saya kurang merencanakan isi blog saya

Dahulu saya rajin banget membuat content calendar, dalam artian tiap awal bulan saya sudah membuat rencana kapan artikel baru akan terbit beserta topik-nya. Jadi konten-konten yang ada sudah benar-benar terencana dan dipersiapkan dengan baik.

Nah.. dua tiga bulan terakhir ini saya tidak benar-benar membuatnya, seringkali saya duduk di depan laptop tanpa tahu saat itu harus menulis tentang topik apa. Karena persiapan yang kurang ini-lah akhirnya yang keluar lebih banyak adalah konten yang tipenya “how-to” (yang memang lebih mudah dan cepat untuk dibuat).

2. Radar untuk menangkap ide dari cerita & pengalaman kurang diaktifkan

Dalam menulis sering yang terjadi bukan karena kita kekurangan ide, akan tetapi kita tidak cermat untuk menangkap ide. Dahulu seringkali saya mengalami sesuatu dan langsung radarnya bekerja “Wahh…. ini menarik untuk ditulis dan dijadikan artikel blog nih”

Haha.. dan akhir-akhir ini radar saya rasanya kurang diaktifkan ­čÖé Jadinya banyak hal menarik dan bisa dijadikan pembelajaran akhirnya terlewatkan.

Itu tadi pengakuan yang ingin saya buat. Jadi apa yang akan saya lakukan berikutnya?

Langkah Selanjutnya di 2016

Momen pergantian tahun adalah momen tepat untuk berefleksi dan merencanakan apa yang ingin kita lakukan di tahun mendatang. Saya yakin semua orang pasti ingin tahun mendatang menjadi lebih baik, bahkan mendedikasikannya untuk menjadi “The Best Year Ever”

Demikian halnya dengan blog ini, saya juga ingin menyajikan konten-konten yang lebih baik untuk Anda. Saya akan lebih banyak lagi menyajikan cerita, pengalaman dan pendapat pribadi saya (plus yang disertai dengan humor ­čÖé ).

Harapan saya adalah Anda akan lebih banyak lagi mendapat manfaat sehingga bisa stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss dan (bahkan) mertua ­čÖé

Selamat tahun baru dan sukses selalu untuk Anda di tahun mendatang!

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang trainer dan writer. Harapan saya adalah blog ini mampu menbantu Anda mengkomunikasikan keinginan, kebutuhan dan perasaan dengan jelas dan percaya diri - "Speak & Express What Matter Most"