Ingatlah AGUS agar Presentasi Anda Lebih Didengar

By Surja Wahjudianto | Tips Presentasi

Dec 13

Agar presentasi Anda lebih didengar, ingatlah AGUS. Tapi tunggu dulu, jangan salah sangka! Agus di sini bukanlah Agus teman, saudara, atau tetangga Anda. Jadi siapa sebenarnya si AGUS ini? Simak artikel berikut untuk tahu jawabannya!

Ingat-lah selalu si AGUS tiap kali presentasi

Jadi siapa sebenarnya si AGUS?

Agus yang dimaksud di sini adalah singkatan, yang kepanjangannya adalah “Apa Gunanya Untuk Saya?” Dalam versi bahasa Inggrisnya si AGUS ini berubah nama menjadi WIIFM atau kepanjangannya “What’s In It For Me”

Disadari atau tidak, audiens selalu mengajukan pertanyaan “Apa Gunanya Untuk Saya” ketika menghadiri sebuah presentasi. Mereka secara otomatis memikirkan tentang apa yang akan mereka peroleh dari presentasi yang mereka hadiri.

Jika mereka merasa bahwa banyak guna / manfaat yang akan mereka dapatkan, maka semakin menariklah presentasi itu bagi mereka, dan semakin seriuslah mereka menyimak. Sebaliknya, jika mereka merasa bahwa presentasi itu tidak memberi manfaat, maka mereka akan tune out atau mengabaikan presentasi itu.

Karena itu sebagai pembicara Anda perlu untuk memperhatikan kepentingan audiens ini. Apabila kepentingan audiens ini tidak diakomodasi, bisa dipastikan mereka tidak akan mau menyimak presentasi Anda, tidak peduli bagaimanapun luasnya pengetahuan Anda.

Ada sebuah quotation dalam bahasa Inggris yang pas menggambarkan akan hal ini:

“People don’t care how much you know until they know how much you care.” (Orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu sampai mereka tahu seberapa banyak Anda peduli).

Tiga cara melibatkan AGUS dalam presentasi Anda

Lalu apa yang harus Anda lakukan agar audiens bisa merasakan bahwa presentasi Anda berguna untuk mereka? Berikut adalah 3 hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu audiens merasakan manfaat dari presentasi Anda:

1. Perjelas tujuan presentasi

Tentukan sejak awal apa yang menjadi tujuan presentasi Anda, baik tujuan umum dan tujuan khususnya. Untuk tujuan umumnya apakah Anda berniat memberikan informasi (presentasi informatif) ataukah melakukan persuasi (presentasi persuasif).

Presentasi yang informatif tentu berbeda dengan presentasi yang persuasif. Salah menetapkan tujuan umum ini bisa membuat presentasi Anda kurang greget.

Selanjutnya tentukan tujuan khusus presentasi tersebut. Tujuan khusus adalah hasil akhir yang ingin Anda capai setelah presentasi Anda usai. Anda bisa menggunakan formula berikut ini untuk membantu menentukan tujuan khusus presentasi Anda:

“Setelah presentasi ini audiens akan ______________________ .”

Isilah titik-titik tersebut dengan apa yang Anda ingin audiens Anda ketahui atau lakukan setelah mereka mendengarkan presentasi Anda. Misalnya, ‘Setelah presentasi ini audiens akan mengetahui bagaimana cara membangun bisnis online dari nol’.

Dengan mengetahui dengan jelas tujuan Anda sejak awal, Anda jadi bisa merancang presentasi yang bisa mengena dengan kebutuhan audiens sehingga manfaatnya terasa jelas oleh mereka.

2. Ajak audiens untuk berinteraksi

Mengajak audiens untuk berinteraksi membuat presentasi Anda jadi lebih hidup dan menarik. Jika audiens merasa presentasi Anda menarik, mereka menilai bahwa presentasi Anda berguna.

Jenis-jenis interaksi yang bisa Anda gunakan bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana, misal meminta audiens untuk tepuk tangan atau mengangkat tangan. Dua hal sederhana itu saja jika diterapkan dengan cara dan saat yang tepat akan membuat presentasi Anda lebih hidup dan berdaya.

Teknik interaksi yang lain adalah meminta audiens untuk mengulangi kata-kata tertentu yang baru saja Anda ucapkan. Misalnya Anda mengatakan seperti ini, “Presentasi yang baik itu seperti rok mini! Presentasi yang baik itu seperti apa?” Dijamin audiens akan serempak mengatakan “rok mini”.

Mengucapkan sesuatu secara serempak seperti itu memancing suasana gembira disamping membuat audiens lebih ingat poin yang Anda sampaikan.

Semakin audiens merasa dilibatkan dalam presentasi Anda, semakin mereka merasa bahwa presentasi Anda benar-benar berguna bagi mereka.

3. Hindari isi yang terlalu padat

Bermurah hati tidak selalu berakibat baik, terlebih dalam hal presentasi. Jikalau Anda terlalu bermurah hati dalam memberikan informasi atau data, hasilnya justru kontraproduktif bagi keberhasilan presentasi Anda.

Isi presentasi yang terlalu padat membuat audiens sulit mencerna dan sulit mengingatnya, apalagi dalam jangka lama. Ujung-ujungnya audiens akan merasa bahwa presentasi itu tidak berguna sehingga mereka tidak lagi mendengarkan.

Seperti kata Craig Valentine, juara dunia public speaking:

“If you squeeze your information in, you squeeze your audience out.”

Yang terjemahan bebasnya kurang lebih: “Jika kau memaksa banyak informasi masuk, kau memaksa audiens keluar.”

Karena itu batasi jumlah poin yang ingin Anda sampaikan. Sesuaikan panjang pendek presentasi Anda dengan alokasi waktu yang diberikan penyelenggara.

Itulah 3 hal yang perlu Anda lakukan agar audiens bisa merasakan manfaat dari presentasi Anda dan presentasi Anda jadi lebih didengar dan diingat oleh audiens.

Pertanyaan: “Apakah Anda tahu mengenai teknik-teknik lain untuk membuat audiens merasakan manfaat dari presentasi Anda? Silakan bagikan di kolom komentar berikut agar banyak orang bisa belajar dari Anda juga.”

About the Author

Surja Wahjudianto adalah pelatih presentasi kreatif. Pengalamannya mengajar di lembaga pendidikan Bahasa Inggris terkemuka EF English First dan menjuarai beberapa kompetisi public speaking mengantarkannya menekuni bidang pelatihan ini. Dia mengamati bahwa banyak orang yang merasa tidak percaya diri untuk membawakan presentasi meski mereka punya potensi. Karena itu dia bercita-cita membantu sebanyak mungkin orang mengejutkan diri mereka sendiri dengan keberanian berpresentasi serta kualitas presentasi yang meningkat pesat. Dapatkan artikel-artikel dan karya-karya Surja lainnya di www.katasurja.com