10

Formula Efektif untuk Meyakinkan Orang Lain

Pasti ada saat di mana anda harus meyakinkan, mempersuasi atau mengajak orang lain, gunakan formula efektif berikut supaya orang lebih sering berkata “Ya” atas ajakan anda.

Chemical flasks and blackboard with formulas.Photo Credit: v.saravana88 via Compfight cc

Saya akui bahwa tidak mudah untuk meyakinkan atau mengajak orang lain mengikuti apa yang kita mau. Bahkan tidak jarang kita melakukan kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan orang lain menjadi antipati.

Akan tetapi jika anda mampu menguasai skill yang satu ini, maka tentunya anda akan mendapatkan lebih banyak hal-hal yang anda inginkan dalam hidup. Sebagai seorang pemimpin, kemampuan untuk meyakinkan orang lain tentunya sangatlah krusial untuk dikuasai.

Nah.. kali ini anda akan mendapatkan satu formula efektif untuk melakukannya. Setiap kali anda hendak membujuk, mengajak atau meyakinkan orang lain, ingatlah formula ini yaitu….WIIFM.

WIIFM = What’s In It For Me

Selalu bayangkan orang di depan anda mengenakan name tag besar bertuliskan “WIIFM” yang artinya kurang lebih adalah “Emangnya apa sih pentingnya itu untukku”. Di dalam setiap hal orang akan selalu berpikir tentang diri mereka sendiri terlebih dahulu.

Dan berikut adalah contoh-contoh hal yang ada di pikiran orang ketika anda mempersuasi mereka:

  • Kalau saya jadi ikut, kira-kira apa yang bakal saya dapatkan?
  • Apa untungnya jika saya membeli barang ini?

Dengan formula WIIFM berarti tiap kali anda hendak membujuk orang lain, selalu ubahlah fokus ke orang yang hendak anda persuasi.

Waduh… Pak, saya masih bingung maksudnya? 🙂 Wajar kok kalau bingung, berikut contohnya supaya tidak bingung.

Contoh dan Aplikasi Formula WIIFM

Formula WIIFM ini bisa diterapkan baik ketika anda melakukan komunikasi interpersonal (satu lawan satu) ataupun dalam konteks presentasi. Berikut saya berikan contoh di kedua situasi tersebut:

(1) Konteks Komunikasi Interpersonal

Andaikan anda sedang berusaha membujuk seorang teman untuk membeli sepeda motor anda, nah inilah contoh-contoh cara membujuk teman anda tersebut:

Contoh 1: Fokus pada barang

“Ayo… beli saja sepeda motor ini. Kondisinya masih bagus lo, mesin asli buatan Jepang, 125 cc lagi. Pembakarannya sudah pakai sistem injeksi, remnya sudah pakai rem cakram. Desainnya sporty. Rodanya ada dua 🙂 ”

Contoh 2: Fokus pada diri sendiri

“Tolong.. beli sepeda motorku donk. Ini aku lagi dililit hutang jadi aku betul-betul butuh uang cash nih. Kamu teman baik ku kan? Ayo bantu aku donk”

Itu dia dua contoh cara membujuk orang lain dengan berfokus pada barang yang hendak dijual dan berfokus pada diri sendiri. Belum tentu kedua cara di atas akan gagal, bisa saja teman anda tetap bersedia membeli.

Akan tetapi peluang anda untuk berhasil menjual akan bertambah besar jika anda mampu menggunakan formula WIIFM. Yaitu dengan mengalihkan fokus kepada teman anda tersebut

Contoh 3: Formula WIIFM, fokus pada orang lain

“Eh.. sepeda motor ini mau kujual nih. Rasanya kamu cocok deh pakai ini, kamu bisa keliatan keren naik motor sporty begini. Bisa-bisa mahasiswi kampus kita bakal menoleh setiap kali kamu lewat.”

Haha… mungkin contohnya agak bombastis ya! Sengaja saya lakukan supaya perbedaannya lebih jelas terlihat. Formula WIIFM akan selalu memfokuskan pada apa yang bakal orang lain dapatkan, apa yang bakal menjadi keuntungan mereka ketika mengikuti apa yang anda sampaikan.

(2) Konteks Presentasi

Di awal presentasi, sering presenter berkata:

  • “Selama satu jam ke dapan saya akan berbagi tentang… “
  • “Hari ini saya akan bercerita tentang….”

Jika anda sudah menghayati formula WIIFM tentunya sekarang anda sudah tahu berfokus ke mana kalimat-kalimat tersebut. Yup betul sekali fokusnya adalah lebih ke diri sendiri.

“Lo Pak.. kalau begitu apakah salah kalau saya ngomongnya seperti itu?”

Sekali lagi tidak salah kok 🙂 hanya mungkin saja ada cara yang lebih efektif. Jika anda menggunakan formula WIIFM, maka kalimat anda akan menjadi:

  • “Selama satu jam ke depan, anda akan mendapatkan….”
  • “Hari ini anda akan menerima…”

Tahu kan perbedaannya?

Pada versi kedua fokusnya adalah ke audiens. Dengan menggunakan kalimat tersebut juga akan memaksa anda sebagai presenter untuk berpikir dari sudut pandang audiens. Setiap berpresentasi mau tidak mau anda pasti akan berpikir “Apa yang akan audiens dapatkan dari presentasi saya ini?”

Jadi itu tadi adalah formula WIIFM, formula efektif untuk meyakinkan orang lain. Silahkan menerapkannya dan alami sendiri bagaimana orang lain akan lebih sering berkata “Ya” atas permintaan anda.

Pertanyaan: “Bagaimana meyakinkan orang lain untuk bisa bergabung di blog ini?” Beri ide saya donk.. silahkan membagikan ide dan usulan anda di kolom komentar yang ada

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Hendy Lie

    tx buat pencerahannya pak.
    Mari bergabung di blog ini. Melalui blog ini skill Anda akan bertambah dan semakin pede. 😉

    • Haha.. terima kasih banyak sudah menyumbang saran Pak Hendy.
      Sukses selalu juga ya!

  • ded

    Dahulu saya pernah jadi konsultan asuransi, nah cara menjual produknya seperti ini.
    Terima kasih David telah mengingatkan saya kembali.. 🙂

    • Konsultan asuransi biasanya paling jago kalau disuruh menjual atau mempersuasi orang lain. Jadi nggak heran Pak kalau ilmu mereka sudah tinggi-tinggi.
      Okay sukses selalu Pak

  • tx suhu.makin tambah pe de dan terus belajar
    biar bisa mengajar dgn ilmu yg Amazing.

    • Wah.. skrg saya sampe dapat sebutan suhu segala nih… bisa2 nanti sharingnya ditambah ilmu meramal juga 🙂
      Thank you.. sukses selalu

  • Misbahussurur

    Saya sering membuka pembicaraan dengan pertanyaan yang saya fikir audience akan menjadi penasaran, misalnya :

    “Selama ini kita sering mendengar kisah Nabi Muhammad SAW. Siapa yang tahu bagaimana berguraunya Nabi Muhammad, karena beliau juga suka bergurau?”

    “Kita sering ber-do’a, artinya kita menghubungi Tuhan. Siapa yang tahu no telepon Tuhan?”

    • Thank you untuk sharingnya Misba…
      Wah.. ini semakin membuat pembelajaran untuk pembaca lain bisa bertambah komplit.

  • Pingback: Jika Anda Kelewatan Membaca Artikel Ini, Anda Bisa Merasa Menyesal Kemudian Hari | David Pranata()

  • Pingback: Feature, Benefit dan Transformation: 3 Tools Meyakinkan Orang | David Pranata()