5

Penutup Presentasi: Kesalahan Yang Sering Terjadi dan Tiga Langkah Menutup Presentasi

Penutup presentasi Anda akan menentukan kesan audiens terhadap Anda dan presentasi Anda. Kesan apakah yang ingin anda tinggalkan kepada audiens anda? Simak cara melakukan penutup presentasi yang berkesan di artikel berikut.

penutup presentasi

Tiga Langkah Penutup Presentasi

Pernahkah Anda menonton sebuah film yang seru, menghibur tapi akhir filmnya sama sekali tidak berkesan? Akhir ceritanya menggantung dan Anda sama sekali tidak tahu apa yang terjadi dengan si pemeran utama. Apakah Anda puas menontonnya?

Saya yakin bahwa Anda merasa tidak puas (bahkan ada yang protes menuntut uangnya dikembalikan) 🙂

Demikian juga halnya dengan penutup presentasi. Untuk meninggalkan kesan yang mendalam pada audiens, pastikan Anda menutup presentasi anda dengan kuat.

Kesalahan yang sering terjadi

Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering saya temui ketika presenter membuat penutup presentasi mereka.

  1. Tidak ada penutupan sama sekali. Begitu presenter selesai menyampaikan poin terakhir mereka langsung berkata “Okay.. itu saja dari saya” (dan mengakhiri presentasinya).
    Jika dianalogikan sebuah film ini ibarat setelah sang jagoan berhasil mengalahkan penjahat utamanya tiba-tiba layar langsung gelap dan muncul daftar aktor. Anda sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada tokoh utama setelahnya.
  2. Menutup dengan permintaan maaf. Apakah Anda pernah mendengar kalimat ini:
    “Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, di penghujung kata ijinkanlah saya mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Jikalau ada kesalahan, kekurangan atau hal-hal yang tidak berkenan di hati Bapak Ibu. Baik hal itu yang disengaja atau tidak kami sengaja, semoga Bapak Ibu sekalian berkenan memaafkan”
  3. Penutupan yang tak kunjung tiba 🙂 Presenter berbicara dan berbicara melebihi batas waktu yang sudah ditentukan. Audiens mulai gelisah akan tetapi presenter masih tenang dan damai berpresentasi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Buat diri Anda berbeda dengan tidak ikut-ikutan melakukan tiga hal di atas. Ada cara-cara yang lebih efektif dan berkesan dalam menutup presentasi anda. Cara yang ketika anda praktekkan akan mampu membuat audiens berkata “Wow.. berkesan banget presentasinya. Saya ingin mendengarkan dia lagi di lain kesempatan”.

Untuk menutup presentasi secara berkesan ada tiga langkah yang harus anda lakukan. Ini dia langkah-langkahnya:

Langkah #1: Memberikan sinyal penutup presentasi

Sinyal ini berfungsi memberikan tanda pada audiens bahwa presentasi anda akan segera berakhir. Contoh kalimatnya adalah:

“Sebagai penutupan……”
“Sebelum mengakhiri, mari kita ringkas apa saja yang sudah anda dapatkan….”

Biasanya bagian ini adalah bagian yang paling disukai audiens. Mereka yang tadi terkantuk-kantuk mendadak bangun dan segar kembali. Jika anda berpresentasi di hadapan mahasiswa atau pelajar, biasanya ini adalah tanda ketika mereka mulai untuk berkemas-kemas 🙂

Sebagai presenter melihat fenomena ini janganlah Anda merasa bahwa presentasi Anda tidak menarik dan merasa bahwa Anda telah gagal. Ini adalah fenomena yang normal.Seberapapun menariknya presentasi Anda, bagi audiens bisa pulang dan kembali bertemu dengan keluarga atau bersantai juga adalah aktivitas yang mereka tunggu-tunggu.

Langkah #2: Memberikan ringkasan

Setelah memberikan sinyal penutupan, Anda bisa meringkas poin-poin presentasi yang sudah anda sampaikan sebelumnya. Mungkin saja tadi ada audiens yang kelewatan, selain itu hal ini juga akan membuat audiens lebih mudah mengingat materi yang sudah anda bawakan.

Dalam memberikan ringkasan, lakukanlah dengan singkat dan jelas. Anda tidak ingin membuat audiens bosan karena anda terlalu banyak mengulang apa yang sudah anda sampaikan.

Jangan pula menambahkan poin baru lagi di bagian ini, hal itu akan membuat presentasi anda menjadi berputar-putar (dan mengecewakan audiens yang sudah bersiap-siap akan pulang).

Langkah #3: Power Closing

Ini adalah bagian penutupan yang berfungsi untuk memberikan kesan yang mendalam bagi audiens. Oleh karena itu pastikan Anda menutupnya dengan kuat. Latih dan hafalkan bagian ini sehingga anda bisa melakukannya dengan baik.

Beberapa teknik yang bisa Anda gunakan untuk melakukan power closing adalah:

  1. Menggunakan kutipan. Kata-kata yang berasal dari kutipan biasanya indah dan menginspirasi sehingga menimbulkan kesan yang mendalam bagi audiens. Pastikan kutipan yang anda pilih berhubungan dengan topik yang anda bawakan dalam presentasi, bukannya semata-mata karena kata-katanya indah saja.
    Contohnya adalah (setelah anda berpresentasi tentang pentingnya menentukan mimpi): “Akan saya tutup dengan kutipan dari Eleanor Roosevelt yang berkata The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams”.
  2. Menggunakan cerita. Ini adalah cara favorit saya, hampir seluruh presentasi saya sengaja saya desain untuk ditutup dengan cerita. Cerita bisa menggugah emosi audiens dan menginspirasi mereka untuk bertindak.
  3. Memberikan call to action. Jika presentasi Anda tujuannya adalah “to persuade”, maka inilah tempat Anda memberikan kalimat ajakan. Bisa saja Anda mengajak audiens untuk merubah cara berpikir mereka, mempertimbangkan ide anda atau bahkan meminta mereka untuk melakukan sesuatu.

Nah itu dia tadi tiga tahapan untuk menutup presentasi Anda dengan berkesan. Di artikel-artikel mendatang saya akan membahas secara lebih detil teknik-teknik power closing yang telah saya uraikan di atas.

Pertanyaan: “Adakah cara menutup presentasi lain yang anda ketahui?” Silahkan bagikan jawaban anda pada kolom komentar yang ada di bawah.

Sharing is Caring
David Pranata
 

Halo, Saya David Pranata seorang speaker, trainer dan writer. Harapan saya dengan adanya blog ini orang akan mampu berkomunikasi dan berpresentasi dengan lebih baik. Hasil akhirnya adalah mereka bisa memiliki pengaruh lebih, stand out of the crowd dan disukai oleh teman, boss, keluarga dan (bahkan) mertua.

  • Syifaun Niam

    Saya jadi ketawa baca paragraf terakhirnya 😀