Cara Membuat Pembicaraan Tetap Mengalir (Tips no 3 adalah Favorit Saya)

By David Pranata | Tips Komunikasi

Apr 10

Pernahkan dalam sebuah percakapan anda bingung dan tidak tahu lagi apa yang mau dikatakan? Hal itu akan lebih jarang terjadi setelah anda mempraktekkan isi artikel ini.

pembicaraan-mengalir

Saya yakin anda pernah berjumpa dengan seseorang yang baru saja anda kenal dan akhirnya saling mengobrol. Pembicaraan berlangsung lancar sampai di suatu titik anda kehabisan bahan pembicaraan. Anda tidak tahu lagi apa yang musti dikatakan.

Hening… tenang… sunyi. Anda berdua saling berpandangan tanpa terucap kata. Di latar belakang hanya terdengar suara jangkrik.. krik krik.. krik krik 🙂

Karena bingung akhirnya anda mengeluarkan senjata andalan untuk memecahkan suasana “Eee…. Saya permisi ke toilet dulu ya.” Nah, pada artikel ini anda paling tidak akan belajar cara lain (yang lebih elegan daripada permisi ke toilet).

Jadi ini dia tiga tips untuk membuat pembicaraan anda lebih mengalir (oh ya… yang tips ketiga adalah favorit saya)

1) Berkomentar akan kondisi sekitar

Anda bisa membuka topik pembicaraan baru ketika terjadi keheningan. Oleh karena itu ada baiknya anda mengerti tentang topik-topik yang menjadi favorit lawan bicara anda. Selain itu akan sangat membantu jika anda juga terupdate dengan berita-berita yang terjadi di sekitar anda.

Berikut adalah tips mengenai topik-topik yang kiranya sesuai untuk membuka kembali percakapan:

  • Hobi, jikalau anda memiliki hobi atau kegemaran yang sama maka anda bisa kembali berbincang tentang hal tersebut. Hobi ini bisa jadi membaca buku, olahraga atau aktivitas lain yang kerap anda jalani.
  • Berita sekitar, anda bisa diskusikan hal apa yang sedang menjadi topik favorit saat itu. Bisa jadi tentang olahraga, event yang terjadi di sekitar anda atau kejadian yang sedang ramai dibicarakan.
  • Keadaan saat itu, anda bisa berkomentar tentang hal-hal yang saat itu ada di sekitar anda. Misal hiasan yang ada di ruangan itu, acara yang sedang anda hadiri atau apapun yang sedang lihat atau alami saat itu.

2) Bertanya pada lawan bicara anda

Bertanya akan pernyataan sebelumnya

Cara yang simpel sekaligus menunjukkan ketertarikan pada lawan bicara anda adalah dengan bertanya. Anda bisa mengajukan pertanyaan tentang apa yang sebelumnya disampaikan oleh lawan bicara anda. Berikut adalah contoh percakapannya:

Tini   : Kemarin saya barusan saja dari Jakarta.
Anda : Oh ya.. ada acara apa kok bisa pergi ke Jakarta?
Tini   : Saya sedang coba memulai bisnis baru di sana.
Anda : Wah.. bisnis baru di bidang apa nih?
Tini   : Iya, saya sedang mencoba bisnis di bidang makanan, tepatnya buka restoran.
Anda : Bagaimana nih ceritanya kok bisa akhirnya terjun di bisnis restoran?

Jika anda cermati pertanyaan yang diajukan selalu berhubungan dengan hal apa yang telah disampaikan sebelumnya. Ini akan membuat pembicaraan berkembang sekaligus menunjukkan bahwa anda tertarik dengan apa yang disampaikan oleh mereka.

Hal ini akan sangat berbeda jika misalnya pernyataan pertama (Kemarin saya barusan saja dari Jakarta) hanya anda jawab dengan “Oh begitu ya….” atau “Kalau saya sih dari Kuala Lumpur” 🙂

Bertanya dengan teknik parroting

Teknik parroting (atau istilah tidak kerennya adalah membeo), adalah cara bertanya di mana anda tinggal mengulangi / memparafrase kalimat terakhir lawan bicara dengan ditambah tanda tanya. Gunakan ini jika anda benar-benar tidak tahu apa hal apa yang harus anda tanyakan.

Berikut contohnya:

Tini  : Kemarin saya barusan saja dari Jakarta.
Anda : Oh.. barusan dari Jakarta ya?
Tini  : Iya betul, saya sedang coba memulai bisnis baru di sana.
Anda : Wah.. memulai bisnis baru di Jakarta?
Tini  : Iya.. sedang mencoba bisnis restoran nih.
Anda : Hebat.. bisnis restoran ya? 🙂

Haha.. saran saya jangan terus menerus digunakan ya, kalau kelamaan lawan bicara bisa juga merasa kesal mendengarnya.

3) Jangan takut akan keheningan

Sebetulnya keheningan bukanlah sesuatu yang harus anda takutkan atau harus anda hindarkan. Ada kalanya “silence is golden” atau “diam adalah emas”. Anda tidak perlu merasa aneh ketika terjadi keheningan (haha.. kecuali kalau akhirnya menjadi lama sekali dan wajah anda juga tampak bingung).

Diam juga menunjukkan sinyal bahwa anda sedang berpikir tentang apa yang hendak anda sampaikan. Jikalau anda masih tidak yakin dengan pikiran atau perasaan anda, lebih baik anda diam sampai anda merasa lebih yakin. Hal ini lebih baik dibandingkan langsung merespon yang ternyata bisa jadi nanti anda sesali.

Tunjukkan perhatian pada lawan bicara dengan anggukan kepala dan kontak mata yang tulus. Ini akan membuat mereka merasa bahwa anda benar-benar mendengar.

Setelah anda hening, biasanya justru lawan bicara yang akan memecah keheningan dan melanjutkan pembicaraan 🙂

Itu tadi tiga tips untuk membuat pembicaraan anda tetap mengalir. Sekaranglah saatnya untuk mempraktekkan dalam kehidupan anda sehari-hari.

Pertanyaan: “Tips nomor berapakah yang menjadi favorit anda?” Silahkan sharingkan pendapat anda di kolom komentar di bawah.

Follow

About the Author

Halo, Saya David Pranata seorang trainer dan writer. Harapan saya adalah blog ini mampu menbantu Anda mengkomunikasikan keinginan, kebutuhan dan perasaan dengan jelas dan percaya diri - "Speak & Express What Matter Most"